POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Hj. Melinda Aksa melantik Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. sebagai Rektoe Universitas Bosowa periode 2026-2031.

Pelantikan Batara Surya sebagai Rektor Universitas Bosowa berlangsung di Balai Sidang “45” Universitas Bosowa.

Pada pelantikan tersebut, Batar Guru menandatangani Berita Acara Sumpah Jabatan dan Pakta Integritas Universitas Bosowa Periode 2026–2031.

Dilanjutkan pemasangan kalung rektor oleh Founder Bosowa H. M. Aksa Mahmud sebagai simbol kehormatan, tanggung jawab, dan dedikasi dalam memimpin institusi pendidikan tinggi.

Sejumlah tokoh penting turut hadir seperti Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, dan CEO Bosowa Corporindo Subhan Aksa.

Baca Juga: Pemuda Gereja Toraja Jemaat Rantepao Bedah Partisipasi Politik Bersama Bawaslu Sulsel

Dalam pidato perdananya sebagai Rektor Periode 2026–2031, Batara Surya menegaskan, Universitas Bosowa bukan sekadar organisasi atau institusi yang terdiri atas struktur kepengurusan, sarana prasarana, dan bangunan fisik.

Lebih dari itu, universitas memiliki peran strategis dalam kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban.

Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih Universitas Bosowa hingga saat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, kontribusi mahasiswa, serta kiprah alumni di berbagai sektor.

Dengan fondasi tersebut, Universitas Bosowa akan terus bergerak menuju visi bersama, yaitu menjadi institusi yang “Unggul, Berdaya Saing, Mandiri, Inklusif, dan Berwawasan Global.”

Menurutnya, Universitas Bosowa harus menjadi learning organization yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu merespons dinamika regional, nasional, dan global secara kritis, kreatif, dan inovatif.

Baca Juga: PTKI Naik Kelas, Kemenag Terapkan 5 Kebijakan Strategis Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

Untuk itu, pengembangan universitas ke depan akan diarahkan pada lima strategi utama, yakni penguatan tridharma perguruan tinggi, peningkatan reputasi akademik, pengembangan lulusan berkualitas dan berkarakter, penguatan ekosistem inovasi berbasis riset, serta keberlanjutan kepemimpinan institusi yang progresif dan adaptif.

Prof. Batara, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung transformasi universitas.

Universitas Bosowa akan memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah pusat dan daerah, dunia industri, lembaga riset, perguruan tinggi nasional maupun internasional, serta berbagai elemen masyarakat.

“Dengan pondasi yang telah kita bangun bersama, lima tahun ke depan adalah fase akselerasi bagi Universitas Bosowa. Kita akan melangkah lebih jauh, memperkuat reputasi akademik, serta memastikan Universitas Bosowa berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terkemuka di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya penuh optimisme.

Founder Bosowa, H. M. Aksa Mahmud, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan rasa bangga atas perjalanan dan capaian yang telah diraih Universitas Bosowa hingga saat ini.

Ia menegaskan bahwa perkembangan UNIBOS merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, serta dukungan berbagai pihak yang terus percaya terhadap kontribusi kampus ini bagi kemajuan pendidikan.

“Saya merasa bangga melihat Universitas Bosowa terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kampus ini harus terus menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki integritas dan semangat membangun bangsa,” ungkap H. M. Aksa Mahmud.

Dalam refleksi capaian periode 2022–2025, Universitas Bosowa menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Tren penerimaan mahasiswa baru mengalami peningkatan signifikan dari 2.053 mahasiswa pada tahun 2022 menjadi 2.878 mahasiswa pada 2023 atau naik sekitar 40,2 persen.

Baca Juga: Gubernur Sulbar Atur Sistem Kerja ASN Sambut Nyepi dan Idul Fitri, Terapkan WFH dan WFA

Pada tahun 2024 jumlah tersebut melonjak menjadi 4.563 mahasiswa atau meningkat sekitar 58,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kembali bertumbuh menjadi 5.020 mahasiswa pada 2025 atau naik sekitar 10 persen. Hingga Desember 2025, total mahasiswa aktif tercatat sebanyak 11.353 mahasiswa yang tersebar di jenjang fakultas, pascasarjana, dan profesi.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi capaian strategis dengan akumulasi jabatan fungsional dosen selama periode 2022–2025 yang mencapai 76 Asisten Ahli, 128 Lektor, 46 Lektor Kepala, dan 40 Guru Besar.

Di bidang kerja sama, universitas berhasil membangun 81 kerja sama nasional, 22 kerjasama internasional, serta 27 tindak lanjut MoA.

Evaluasi berbasis data juga menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas dan pengajaran mencapai 90 persen, serapan lulusan di dunia kerja sebesar 85 persen, serta 70 persen kontribusi penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri. ***