POJOKSULSEL, MAKASSAR - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Haerani Rasyid memperkenalkan Prof Dr dr Aidah Juliaty A Baso, SpA(K), SpGK saat pengukuhan guru besar, Rabu (22/1/2025).

Momen tersebut terjadi di sela Prof Haerani Rasyid membancakan curriculum vitae Prof Aidah, satu dari empat guru besar FK Unhas yang dikukuhkan.

"Pak Gubernur yang terhormat jika akan melakukan program stunting untuk lebih baik tentunya, walaupun sekarang sudah berjalan baik, Prof Aidah lah pilihan yang baik," kata Dekan FK Unhas Prof Haerani Rasyid seperti dilihat di Youtube Senat Akademik Universitas Hasanuddin.

Baca Juga: Kamaruddin Amin Sebagai Sekjen, Ini 12 Pejabat Kemenag RI yang Dilantik Nasaruddin Umar

Prof Haerani Rasyid mengatakan bahwa Prof Aidah adalah salah satu dokter dengan dua spesialis sekaligus.

"Karena beliau adalah salah satu dokter spesialis anak dan dokter spesialis gizi klinis," katanya.

Prof Aidah yang merupakan pakar Nutrisi Klinis Pediatri FK Unhas, sedang menulis sebuah buku berjudul Stunting pada Anak.

Baca Juga: RSUD Andi Makkasau Parepare Gencarkan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut

Tidak hanya itu, Prof Aidah tengah menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unhas.

Pada pidato guru besar, Prof Aidah membahas tentang Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan Menuju Generasi Emas Indonesia Bebas Stunting.

Ia mengatakan, kebutuhan nutrisi, kasih sayang dan stimulasi harus dipenuhi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga: Yasir Dorong Partisipasi Masyarakat Bangun Kota Makassar di Musrenbang Kecamatan Panakkukang

Kondisi malnutrisi kronis dapat menyebabkan wasting dan stunting, menghambat perkembangan, menurunkan kemampuan kognitif hingga produktivitas dimasa dewasa.

Kehamilan merupakan fase kritis untuk perkembangan janin. Nutrisi ibu penting untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah komplikasi seperti kelainan bawaan, kelahiran prematur, stunting, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Pertumbuhan janin dimulai dari fase embrionik hingga matang, dengan organogenesis sangat penting pada trimester pertama.

Nutrisi seperti asam folat, zat besi dan protein penting untuk pembentukan organ vital.

Prof Aidah menjelaskan begitu pentingnya nutrisi dalam enam bulan pertama kehidupan. WHO dan UNICEF merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama sebagai nutrisi terbaik bayi tanpa tambahan makanan atau cairan lain.

Baca Juga: Muslimat NU Menjajaki Kerja Sama Kanwil Kemenag Sulsel, Prof Majdah Zain Tawarkan Program Ini

“Studi menunjukkan bayi yang diberi ASI selama enam bulan pertama memiliki resiko lebih rendah mengalami stunting, karena menyediakan nutrisi sesuai kebutuhan dan melindungi dari infeksi yang menghambat pertumbuhan,” katanya.

Menurutnya, peran instansi lintas sektor dalam mencegah stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat diperlukan.

Mulai dari posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak, puskesmas untuk memberikan layanan kesehatan primer.

Baca Juga: Profil Kamaruddin Amin, Mantan Warek IV UIN Alauddin Makassar Jabat Sekjen Kemenag RI

"Hingga masyarakat umum melalui pola hidup yang sehat untuk tumbuh kembang anak," ungkap Ketua KSM Anak RSPTN Unhas.

Lebih lanjut, Prof Aidah juga memberikan penjelasan tentang pilot project yang dilakukan di salah satu daerah binaan Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unhas.

Pre post control berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2023 dan melibatkan 101 balita di wilayah kelurahan Untia, Kota Makassar.

Baca Juga: Profil Dr Umar Sulaiman, Profesor Baru UIN Alauddin Makassar Bidang Sosiologi

Pilot project tersebut melakukan pendekatan dengan menerapkan algoritma aksi cegah stunting sesuai keputusan Menteri Kesehatan RI.

***