POJOKSULSEL, MAKASSAR - Primaya Hospital Hertasning, Kota Makassar kerja sama Sentra Gau Mabaji Kemensos RI melakukan bakti sosial operasi katarak.
Baksos operasi katarak Primaya Hospital Hertasning dilaksanakan untuk memperingati Hari Lansia Nasional tahun 2024.
Direktur Primaya Hospital Hertasning, dr Oki Yancy, mengatakan, target operasi katarak pada peringatan Hari Lansia adalah 100 pasien.
Baca Juga: Tasming Hamid Resmi Kantongi Rekomdasi Partai NasDem Bertarung di Pilwalkot Parepare
"Sampai sekarang yang terdaftar untuk skrining 145 orang," kata Oki Yancy.
Ia mengatakan, skrining akan dilakukan pada tanggal 3 dan 4 Juni. Sementara tindakan operasi tanggal 5 dan 6.
Jika masih ada pasien yang belum dioperasi sampai batas akhir. Maka, waktu operasi akan diperpanjang sampai tanggal 8 Juni mendatang.
"Yang sudah ada rencana operasi terjadwal sudah ada 15 orang. Dari skrining ini diharapkan bisa mencapai target 100 orang yang dioperasi " ungkpa Oki Yancy.
Ia menjelaskan, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam tiga besar prevalensi angka kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, yaitu 2,6 persen.
Angka itu masih terbilang tinggi. Sebab, prevalensi angka kebutaan dan gangguan penglihatan di negara maju hanya 0,3 persen.
Sementara itu, Koordinator Progran Baksos Sentra Gau Mabaji Kemensos, Syaiful mengatakan, operasi katarak adalah program Kemensos yang sudah tiga tahun dilaksanakan.
"Salah satu masalah yang sering dialami lansia adalah katarak," katanya.
Ia mengatakan, peringatan Hari Lansia tahun 2024 mengusung tema Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat.
Hal penting yang ingin dicapai adalah bagaimana lansia mudah mengakses fasilitas kesehatan.
"Dalam artian walaupun ekonomi kurang mampu tapi mereka buta diberikan layanan dan fasilitas dari pemerintah, ini salah satu pemenuhan kesehatan bagi lansia," ungkapnya.
Peringatan Hari Lansia 2024 dipusatkan di Aceh. Sementara Sentra Gau Mabaji Kemensos dapat penugasan program operasi katarak di Sulsel dan Papu.
"Kemarin operasi katarak 41 pasien di Gowa," tambahnya. ***




