POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memastikan kesiapan penuh penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi melalui Embarkasi Makassar.

Hal ini ditandai dengan apel siaga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Makassar yang digelar di depan Wisma Jabal Uhud Asrama Haji Sudiang, Senin (20/1/2026).

Apel siaga tersebut dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar. Kegiatan ini juga diawali dengan pemeriksaan pasukan dari berbagai instansi yang terlibat dalam pelayanan haji di Embarkasi Makassar

Sejumlah instansi yang tergabung dalam PPIH Embarkasi Makassar antara lain Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, pihak bandara, maskapai Garuda Indonesia, TNI, Polri, hingga UPT Asrama Haji.

Dalam arahannya, Ishaq Iskandar menegaskan apel siaga ini merupakan langkah penting untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji selama proses pemberangkatan hingga pemulangan.

Baca Juga: Banyak Keluhan Mitra, Elang Tiga Hambalang Desak Perbaikan SPPG Maros

Ia menekankan seluruh petugas harus menjalankan tugas dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

“Profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip utama. Layani jemaah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab,” ujar Ishaq Iskandar.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan, terutama pada sektor kesehatan dan katering. Petugas diminta memastikan makanan yang disediakan aman dan higienis guna menghindari risiko gangguan kesehatan bagi jemaah.

Menurutnya, pelayanan humanis juga menjadi perhatian utama, khususnya bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi.

“Pastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah ke daerah masing masing,” tambahnya.

Baca Juga: 2 Universitas Islam Masuk 10 Besar Kampus Riset Terbaik Indonesia Versi SIR 2026, UIN Ar Raniry Nomor Satu

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel yang juga Ketua PPIH Embarkasi Makassar 1447 H, Ikbal Ismail, menyampaikan kesiapan panitia dalam melayani 16.750 jemaah haji tahun ini.

Ia menjelaskan kloter pertama telah siap sepenuhnya. Jemaah kloter pertama berasal dari Kabupaten Soppeng dijadwalkan tiba pukul 08.00 Wita pada Selasa, 21 April 2026 dan diberangkatkan pada Rabu, 22 April pukul 03.20 Wita.

Sementara kloter kedua dari Kabupaten Sidrap dijadwalkan tiba pukul 11.00 Wita di hari Selasa, 21 April 2026 dan diberangkatkan keesokan harinya pukul 07.00 Wita.

“Seluruh stakeholder yang tergabung dalam PPIH Embarkasi Makassar siap memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah,” kata Ikbal Ismail.

Total jemaah haji Embarkasi Makassar tahun 2026 terbagi dalam 43 kelompok terbang. Para jemaah berasal dari delapan provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Kesiapan ini menunjukkan Embarkasi Makassar tetap menjadi salah satu embarkasi terbesar di Indonesia Timur dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menariknya, terdapat perubahan dalam penyelenggaraan haji tahun 2026. Jika sebelumnya Kartu Nusuk dibagikan saat jemaah tiba di Arab Saudi, kini kartu tersebut dibagikan lebih awal di Asrama Haji Embarkasi Makassar.

Ikbal Ismail menjelaskan kebijakan ini dinilai lebih efektif dan membantu jemaah dalam proses perjalanan ibadah haji.

Baca Juga: Tasming Hamid Ingatkan ASN di Upacara HKN, Hindari Sampaikan Informasi Tidak Akurat

“Kartu Nusuk akan dibagikan di asrama embarkasi. Ini sangat membantu jemaah kita dalam proses perjalanan,” ujarnya.

Kartu Nusuk sendiri merupakan identitas digital resmi berbentuk smart card yang wajib dimiliki jemaah haji. Kartu ini diterbitkan Pemerintah Arab Saudi sejak 2024 untuk memverifikasi visa dan akses ke Makkah serta Armuzna.

Kartu tersebut memuat data personal jemaah seperti nama, paspor, hotel, serta QR code atau chip yang akan dipindai petugas untuk mencegah jemaah ilegal. Karena itu, jemaah diwajibkan membawa kartu tersebut selama menjalankan ibadah haji.

***