POJOKSULSEL, MAKASSAR - konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline, yaitu Pertalite dan Pertamax di Sulawesi Selatan diprediksi meningkat saat Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memproyeksikan kenaikan permintaan Pertalite dan Pertamax hingga 7,5–8 persen saat Ramadan di Sulawesi Selatan.
Proyeksi kenaikan permintaan Pertalite dan Pertamax selama Ramadan di Sulawesi Selatan, disampaikan Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muh Yoga Prabowo, saat melakukan pemantauan di SPBU Jalan Urip Sumoharjo, depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (17/2/2026).
“Biasanya akan terjadi peningkatan demand khususnya produk gasoline seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Estimasi kami meningkat 7,5 sampai 8 persen,” ujarnya.
Menurut Yoga Prabowo, lonjakan konsumsi BBM umumnya terjadi menjelang dan setelah Idul Fitri. Puncaknya diperkirakan pada H-7 Lebaran hingga H+3.
Baca Juga: RunSight, Kacamata AI Karya Mahasiswa UI Jadi SFT Global Ambassador
Ia menyebut, arus mudik diprediksi berlangsung pada 17–20 Maret, sementara arus balik terjadi pada 26–30 Maret 2026. Momentum inilah yang mendorong kenaikan konsumsi BBM, khususnya untuk kendaraan pribadi.
Berbeda dengan gasoline, BBM jenis gasoil seperti Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi mengalami penurunan selama Ramadan. Penurunan diperkirakan mencapai 10–11 persen.
“Biasanya angkutan barang, logistik dan industri tidak beroperasi penuh selama Ramadan, sehingga konsumsi gasoil turun,” jelasnya.
Di sisi lain, permintaan avtur untuk penerbangan justru diproyeksi meningkat sekitar 4 persen. Makassar yang menjadi salah satu tujuan utama mudik via jalur udara menjadi faktor pendorong kenaikan tersebut.
“Arus mudik banyak menggunakan pesawat, jadi akan ada kenaikan,” tambahnya.
Baca Juga: 238 Kilometer Jalan Sulsel Jalur Selatan dan Barat Dibenahi, Ini Daerahnya
Untuk memastikan distribusi tetap lancar, Pertamina menyiapkan tiga terminal utama pemasok BBM di Sulawesi Selatan, yakni di Makassar, Parepare dan Palopo.
Seluruh penyalur, mulai dari SPBU, SPBE, pangkalan hingga Pertashop, diminta melakukan build up stok menjelang puncak arus mudik dan balik.
Ketahanan stok BBM di Sulsel saat ini disebut dalam kondisi aman. Pertalite memiliki ketahanan hingga sembilan hari, sementara Pertamax mencapai 9,4 hari.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Andi Eka Prasetia, memastikan kuota BBM tahun ini masih mencukupi.
“Data kuota Biosolar 741.391 kiloliter, Pertalite 1.136.082 kiloliter. Secara jumlah masih mencukupi untuk kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya.
Pemantauan distribusi akan difokuskan pada daerah tujuan mudik dan kawasan wisata. Wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kendala distribusi akibat faktor cuaca juga mendapat perhatian khusus. ***




