POJOKSULSEL, MAKASSAR - Isu krisis komunikasi di era digital akan menjadi sorotan dalam PR Talk yang digelar Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Kota Makassar (Perhumas Makassar), Sabtu (8/8/2026).

Forum tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus BPC Perhumas Makassar periode 2026–2029 yang berlangsung di Amphitheater Wisma Kalla, Jalan Dr Ratulangi, Makassar.

Ketua BPC Perhumas Makassar, Devo Khaddafi, mengatakan PR Talk mengangkat tema "PR Menghadapi Krisis Komunikasi Multidimensi", sejalan dengan tantangan komunikasi yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital.

Baca Juga: Pesan Penting Rektor UIN Alauddin Makassar ke 776 Wisudawan: Jadi Sarjana Fighter!

Menurutnya, forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan strategi menghadapi berbagai persoalan komunikasi, mulai dari penyebaran informasi yang berlangsung cepat hingga pengelolaan krisis yang melibatkan banyak pihak.

"Dalam kegiatan ini peserta akan mendapatkan perspektif mengenai strategi komunikasi yang diterapkan berbagai institusi dalam menghadapi tantangan komunikasi saat ini," kata Devo.

PR Talk menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala LKBN Antara yang juga Sekretaris Perhumas Pusat, Benny S Butarbutar, serta Head of Relations and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma.

Baca Juga: Empat Kapolres Baru di Polda Sultra Tancap Gas, Perkuat Sinergitas dengan Forkopimda

Keduanya akan membahas strategi komunikasi publik dan manajemen krisis berdasarkan pengalaman di masing-masing institusi.

Selain seminar, agenda tersebut juga menjadi momentum pelantikan pengurus baru BPC Perhumas Makassar periode 2026–2029. Prosesi pelantikan dijadwalkan dipimpin Wakil Ketua Umum Perhumas Pusat Bidang Komunikasi dan Kehumasan, Gloria Oyong.

Devo berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang efektif.

Baca Juga: Profil Lengkap Prof Wajidi Sayadi, Putra Campalagian Polman Jabat Rektor IAIN Pontianak

Menurutnya, kegiatan ini juga melibatkan unsur pentahelix yang terdiri atas pemerintah, media, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan komunikasi di masa depan.

"Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi agar Perhumas terus berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya. ***