POJOKSULSEL, MAKASSAR - Korban banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini tersebar di empat lokasi pengungsian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Katimbang.
Berdasarkan data BPBD Sulsel per 11 Januari 2026, empat lokasi pengungsian korban banjir Kelurahan Katimbang meliputi Kantor Lurah Katimbang, SD Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, dan Masjid Lailatul Qadar Blok AF.
Di Kantor Lurah Katimbang tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) dengan total 61 jiwa. Rinciannya, 42 orang dewasa, 10 anak-anak, 7 balita, serta 2 ibu hamil. Lokasi ini juga dijadikan sebagai posko induk pengungsian.
Baca Juga: Nama-nama Peneliti UIN Alauddin Makassar Lolos Pendanaan Riset MoRA TAF 2025, Terbanyak se-Indonesia
Sementara itu, pengungsian di SD Paccerakkang menampung 55 KK dengan total 201 jiwa, terdiri atas 121 orang dewasa, 54 anak-anak, 18 balita, 3 lansia, dan 5 bayi.
Adapun di Masjid Nurul Ikhlas Kodam III terdapat 4 KK dengan 18 jiwa pengungsi. Sedangkan di Masjid Lailatul Qadar Blok AF tercatat 10 KK dengan 39 jiwa, yang terdiri dari 31 orang dewasa, 5 anak-anak, 2 balita, dan 1 ibu hamil.
Pemprov Sulsel melalui BPBD Sulsel menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada para pengungsi, Minggu (11/1/2026). Bantuan tersebut berupa logistik pangan, perlengkapan keluarga, serta shelter kit.
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah wilayah terdampak banjir, di antaranya kawasan Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, serta Blok 8 dan Blok 10 Antang, Kecamatan Manggala.
Baca Juga: Daftar 10 Besar Juara Porseni HAB Kementerian Agama Sulsel, Makassar dan Enrekang di Puncak
Peninjauan dilakukan menyusul rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menetapkan sejumlah kabupaten/kota di Sulsel berstatus awas akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem.
“Wilayah yang masuk status awas antara lain Makassar, Maros, Pangkep, Gowa, Barru, serta Kecamatan Tellulimpoe di Kabupaten Bone. Kemarin kami melakukan pengecekan ke beberapa titik rawan banjir, salah satunya Kelurahan Katimbang yang memang kerap terdampak banjir,” ujar Amson.
Ia menambahkan, BPBD Sulsel juga meninjau kondisi luapan Sungai Biring Je’ne bersama Tim Drainase Kota Makassar.
Berdasarkan hasil pemantauan, banjir dipicu oleh curah hujan deras serta penyempitan aliran sungai.
“Kami juga mengecek Blok 8 dan Blok 10 Antang. Kondisi kemarin masih kondusif, namun ada informasi terbaru terkait pergerakan air di wilayah tersebut,” jelasnya.
Terkait kondisi pengungsi, Amson memastikan seluruh lokasi pengungsian, khususnya di Kantor Lurah Katimbang, berada dalam kondisi baik.
Pelayanan kesehatan juga telah disiagakan dengan melibatkan tenaga medis dari puskesmas setempat untuk memastikan kebutuhan kesehatan para pengungsi tetap terpenuhi.
***




