POJOKSULSEL, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel), Iqbal Nadjamuddin, mengatakan,Pemprov Sulsel menargetkan merehabilitasi ratusan ruang kelas belajar (RKB) maupun fasilitas sekolah lainnya pada tahun 2025.

Iqbal Nadjamuddin mengatakan, Pemprov Sulsel menargetkan rehabilitasi 243 ruang kelas belajar, tolilet, musala di tahum 2025.

"Jadi kalau ditotal semua itu memang 200 lebih (ruang kelas belajar),” ungkap Iqbal Nadjamuddin di Rujab Gubenrnur Sulsel, Jumat (2/5/2025).

Baca Juga: Kloter 3 Embarkasi Makassar Diberangkatkan, Cuma 7 Lansia, Ali Yafid Jelaskan Kesehatan Jemaah Haji

Proyek rehabilitasi ruang kelas belajar akan dibiayai melalui Dana Alokasi Umum Spesifik Grand (DAU SG) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

DAK fisik yang sebelumnya ditarik ke pusat, kini akan dikembalikan ke daerah, namun dengan skema baru yakni swakelola langsung ke sekolah penerima manfaat.

“Nah sekarang, sudah ada kebijakan akan dikembalikan lagi, tapi mekanisme kebijakan beda, jadi itu itu nanti swakelola ke sekolah. Tapi kita masih menunggu,” tambahnya.

Baca Juga: Munafri Arifuddin Tak Mau UMKM Tersingkir, Solusi di CFD Boulevard Bikin Pedagang Lega

Sejalan dengan agenda nasional, Iqbal Nadjamuddin menyebut bahwa Presiden RI melakukan groundbreaking proyek rehabilitasi di beberapa lokasi sekolah. Rincian sekolah penerima program ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Ial juga menegaskan bahwa kualitas fasilitas yang dibangun akan ditingkatkan. Untuk toilet misalnya, konsep yang diusung adalah smart toilet yang bersih dan modern, sesuai dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya kebersihan dan sanitasi sekolah.

“Konsep toilet nanti ini kita mau yang premium modelnya, yang bagus, tidak lagi sembarang. Ya, smart toilet. Seperti yang selalu disampaikan Presiden, soal kebersihan dan sanitasi, itu yang kita fokuskan,” tegasnya.

Baca Juga: Pemimpin adalah Pendengar: Hari Kelima, Senior Level Publik Leadership Program

Setiap ruang kelas yang direhabilitasi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 juta. Sedangkan pembangunan toilet berkisar Rp100 juta per unit.

Sehingga, total anggaran yang dikucurkan untuk program tahun ini mencapai lebih dari Rp200 miliar.

***