POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemprov Sulsel memastikan ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM di wilayah Sulsel dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi mengganggu distribusi energi.
Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina terkait kondisi pasokan energi di wilayah tersebut.
"Saya sudah bertemu dengan pihak Pertamina dan dilaporkan bahwa stok dan suplai BBM kita hingga kini aman," ujar Jufri Rahman, Senin 6 April 2026.
Jufri Rahman menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM. Menurutnya, antrean panjang di sejumlah SPBU lebih dipicu kekhawatiran berlebihan yang tidak berdasar.
"Saya sebagai pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. Jangan panic buying karena sudah ada jaminan. Jadi jangan mengular lagi di SPBU," katanya.
Baca Juga: Rekam Jejak Andi Atssam Mappanyukki, Dukungan Civitas Menguat Jelang Pildek FIKK UNM
Meski stok BBM dipastikan aman, Jufri menyoroti fenomena pembelian dalam jumlah tidak wajar yang terjadi belakangan ini. Salah satunya penggunaan sepeda motor dengan tangki besar yang mampu menampung BBM hingga ratusan ribu rupiah dalam sekali pengisian.
"Fenomena saat ini ada motor yang mengisi hingga ratusan ribu. Saya imbau sebaiknya mengisi sekali saja," ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya tenggang rasa di tengah situasi tersebut. Menurutnya, tindakan membeli BBM secara berlebihan dapat mengurangi jatah masyarakat lain yang juga membutuhkan.
"Bukan berburuk sangka, tapi dalam kondisi seperti ini kita harus punya tenggang rasa. Jangan karena sekelompok orang hanya memikirkan dirinya, lalu mengurangi jatah orang lain," tegasnya.
Selain itu, Jufri Rahman juga mengungkap adanya dugaan praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Modus yang digunakan antara lain dengan memodifikasi tangki kendaraan, khususnya truk, lalu berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain.
Baca Juga: KPK Tunjuk Kanwil Kemenag Sulsel Pelaksana Bimtek Antikorupsi
"Ada juga mobil truk yang dimodifikasi tangkinya, lalu keliling dari satu SPBU ke SPBU lain. Bahkan platnya diubah-ubah. Sekali isi bisa sampai 200 liter, kalau ke empat SPBU bisa 800 liter," jelasnya.
Menurutnya, praktik tersebut sudah masuk kategori penimbunan yang merugikan masyarakat luas. Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas.
"Itu sudah praktik penimbunan. Kita berharap aparat tegas, jangan ragu-ragu," katanya.
Jufri Rahman juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang menegur pengendara dengan pembelian tidak wajar. Ia menilai tindakan tersebut penting untuk menjaga distribusi BBM tetap adil.
"Saya lihat di media sosial ada polisi yang menegur pengendara, itu harus kita dukung. Mereka melindungi kepentingan masyarakat banyak," ujarnya.
Selain BBM, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan pasokan gas LPG 3 kilogram. Jufri Rahman menyinggung pengalaman negara lain yang mengalami krisis energi.
"Ini juga perlu diantisipasi. Kalau tiba-tiba LPG langka, masyarakat harus punya alternatif," katanya.
Ia menyebut penggunaan kompor kayu atau bahan bakar alternatif sebagai salah satu langkah mitigasi. Namun, ia menegaskan bahwa saat ini kondisi LPG di Sulawesi Selatan masih aman.
"Stok BBM dan LPG kita sejauh ini aman, hanya memang perlu ada mitigasi," jelasnya.
Sementara itu, pihak Pertamina juga memastikan kondisi serupa. Sales Area Manager Retail Sulawesi Selatan dan Barat PT Pertamina Persero, Rainier Axel Siegfried Gultom, menyatakan pasokan BBM di wilayah Sulsel dalam kondisi aman.
"Stok kita aman, operasional normal bahkan ditambah. Harga juga tidak berubah," ujarnya.
Namun, Pertamina mengakui adanya peningkatan aktivitas pembelian yang dinilai tidak wajar. Antrean panjang di sejumlah SPBU disebut lebih disebabkan perilaku pembelian berlebihan.
"Kami melihat tensinya tidak menurun. Antrean masih terjadi, ini sudah di luar kewajaran. Kami sudah koordinasi dengan kepolisian," kata Rainier.
Baca Juga: Ketua Yayasan Wakaf UMI Lantik 5 Dekan dan Direktur Pascasarjana 2026–2030, Ini Nama-Namanya
Dari hasil koordinasi tersebut, ditemukan indikasi adanya oknum yang membeli BBM secara berulang untuk dijual kembali. Hal ini diperkuat dengan penggunaan kendaraan bertangki modifikasi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU agar lebih selektif dalam melayani pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar.
Pengawasan juga diperketat dengan melibatkan aparat kepolisian guna memastikan distribusi BBM tetap tepat sasaran.
Di sisi lain, pemerintah pusat tengah mendorong kebijakan penghematan energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Sejumlah langkah telah diterapkan seperti skema work from home, pembatasan konsumsi BBM, hingga efisiensi anggaran.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penghematan anggaran hingga Rp204,4 triliun.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan pola hidup hemat energi, baik di rumah maupun di tempat kerja, serta memprioritaskan penggunaan transportasi publik.
Dengan kondisi stok BBM dan LPG yang masih aman, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi energi tetap merata. ***




