POJOKSULSEL, MAKASSAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggandeng PT Pegadaian dalam kegiatan Pegadaian Mengajar yang digelar di Aula Prof. Abdurrahman A. Basalamah FEB UMI, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan Pegadaian Mengajar mengusung tema “Optimalisasi Aplikasi EMAS Pegadaian dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa” dan diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FEB UMI.

Melalui program Pegadaian Mengajar, mahasiswa FEB UMI dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, investasi emas digital, perencanaan keuangan masa depan, hingga pemanfaatan teknologi keuangan berbasis aplikasi yang aman dan mudah diakses.

Dekan FEB UMI, Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, mengatakan kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori di ruang kelas, tetapi juga pengalaman praktis dari dunia industri. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Sosok Syamsuddin Rasyid, Putra Sulawesi Selatan Pertama Nakhodai Pokjawas Madrasah Nasional

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pegadaian Pasar Butung, Mubarak, yang menjadi narasumber utama, menekankan pentingnya membangun kebiasaan investasi sejak dini, terutama pada instrumen emas yang dinilai stabil dan tahan terhadap inflasi.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Aplikasi EMAS Pegadaian sebagai platform investasi digital yang dapat digunakan secara praktis, aman, dan terjangkau.

Program Pegadaian Mengajar sendiri merupakan bagian dari komitmen PT Pegadaian dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda serta mendukung penguatan sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga: Pemupukan Berimbang Pupuk Indonesia Dongkrak Hasil Panen Padi di Toraja Utara

Melalui kegiatan ini, FEB UMI berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori keuangan, tetapi juga memiliki kesadaran investasi sejak dini serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

***