POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali meluluskan mahasiswa dari berbagai latar belakang profesi dan negara dalam sehari pada Sabtu (11/4/2026).

Mahasiswa Pascasarjana UMI yang menyelesaikan studi di hari yang sama, yaitu mahasiswa asing asal Aljazair, kepala daerah, perwira tinggi TNI, hingga pejabat Polda Sulsel.

Mahasiswa internasional asal Aljazair, Mekhzoumi Oualieeddine, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UMI dengan predikat pujian.

Ia mengangkat disertasi berjudul "Paradigma Baru Perlindungan Hak Asasi Manusia Anak: Integrasi Diversi dan Artificial Intelligence dalam Sistem Peradilan Pidana Anak."

Penelitian tersebut membahas perlindungan anak di era digital, termasuk cyberbullying, eksploitasi daring, serta tantangan sistem peradilan pidana anak di tengah perkembangan teknologi.

Baca Juga: Dekan Terpilih FIKK UNM Andi Atssam Mappanyukki Siapkan Digitalisasi dan Perbaikan Infrastruktur

Sementara itu, dari kalangan pemerintahan, Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST., menyelesaikan studi pada Program Magister Teknik Sipil Pascasarjana UMI.

Ia mengangkat tesis berjudul "Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan."

Penelitian tersebut dinilai memberikan kontribusi dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana berbasis data iklim.

Dari lingkungan militer, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, SH., yang menjabat sebagai Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX Maluku, menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UMI.

Ia mengangkat tesis tentang implementasi hukum pembangunan berkelanjutan terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menunjang ketahanan pangan.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Andi Atssam Mappanyukki Dekan Terpilih FIKK UNM 2026-2030

Selain itu, Kolonel Kav. Ir. Amran Wahid, ST., MM., IPM juga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UMI.

Ia mengangkat disertasi mengenai sinergitas peran strategis TNI dalam penanggulangan tindak pidana terorisme di Indonesia.

Dari unsur kepolisian, mantan Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto, SIK., yang saat ini menjabat sebagai Wadirreskrimsus Polda Sulawesi Selatan, turut menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana UMI.

Ia mengangkat tesis terkait penegakan hukum terhadap pelaku akses ilegal data nasabah bank.

Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., MH mengatakan keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem akademik.

Ia menyebut Pascasarjana UMI terus mendorong lahirnya karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Capaian ini semakin mempertegas posisi Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi yang terbuka, adaptif, dan dipercaya oleh berbagai kalangan, baik nasional maupun internasional.

Sebagai kampus yang mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, Pascasarjana UMI menjadi pilihan strategis bagi pejabat TNI-Polri, kepala daerah, profesional, pengusaha, hingga mahasiswa internasional dalam mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus memperkuat perspektif kepemimpinan.

Baca Juga: 201 Proposal Unhas Lolos Pendanaan BIMA Kemdiktisaintek 2026, Berikut Rincian Lengkapnya!

Ini bukan sekadar kelulusan. Ini adalah kepercayaan. Bahwa dalam satu ruang bernama UMI ilmu, pengalaman, dan kepemimpinan bertemu dan dari sana, lahir gagasan untuk masa depan bangsa, bahkan dunia.

***