POJOKSULSEL, MAKASSAR - Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan (Sulsel) atau Parmusi Sulsel meluncurkan buku Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa seri pertama dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Peluncuran Buku Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa dilakukan Parmusi Sulsel di Ballroom Gedung Phinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (14/9/2026).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulsel, Dr H Abubakar Wasahua, mengatakan kehadiran buku Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa menjadi salah satu upaya memperkuat ukhuwah di tengah keberagaman organisasi Islam.

Buku Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa merupakan karya kolaborasi yang melibatkan perwakilan 17 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Isinya memuat gagasan dan pemikiran terkait ukhuwah, akhlak, peradaban, serta persoalan kebangsaan.

Menurutnya, umat Muslim memiliki tanggung jawab untuk ikut menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan bangsa.

Baca Juga: Lansia Diduga Tenggelam di Kanal Panakkukang Makassar, Temuan 2 Benda Korban di TKP Jadi Petunjuk

“Beragam masalah yang dihadapi bangsa ini, sebagai umat Muslim bertanggung jawab menyelamatkan bangsa dari krisis akhlak dan peradaban,” kata Abubakar.

Ia berharap kolaborasi para penulis dari berbagai ormas Islam dapat memperkuat persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan organisasi sebagai sekat.

Abubakar mengutip Surat Al Hujurat ayat 10 yang menyebutkan bahwa sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.

Dalam peluncuran tersebut, tiga penulis tampil mewakili kontributor buku. Mereka yakni Andi Muhammad Ikbal Parewangi, Mayor Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki SH MH, dan Dr Mahmudah M Hum.

Ikbal Parewangi merupakan senator yang pernah mewakili Sulawesi Selatan periode 2014-2019. Bau Sawa Mappanyukki merupakan mantan Pangdam XIV/Hasanuddin yang kini menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel.

Baca Juga: Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman

Sementara Mahmudah merupakan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel sekaligus dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UNM.

Ikbal yang juga menjadi penggagas buku tersebut mengapresiasi seluruh perwakilan ormas Islam yang telah menyumbangkan tulisan dan gagasan.

Ia mengibaratkan tulisan para kontributor sebagai benang yang kemudian dirajut menjadi satu karya.

“Setiap tulisan adalah benang dan setiap penulis adalah perajut,” ujar Ikbal.

Menurutnya, peluncuran dalam format digital dipilih agar buku tersebut dapat diakses lebih luas tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Hari ini, rajutan itu kita lepas secara digital, agar semua orang dapat menjangkau dengan cepat dan luas tanpa batas ruang dan waktu,” katanya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi jembatan ukhuwah sekaligus menyebarkan gagasan dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.

“Semoga dengan kehadiran buku ini menjadi jembatan ukhuwah dan menjadi virus kebaikan sepanjang hayat,” pungkasnya.

Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Gelar Rapat Khusus Antrean BBM Sulsel, Minta Pertamina Buka Hitung-hitungan Kuota

Sementara itu, hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan tersebut disampaikan Fathur Rahman, SAg.***