POJOKSULSEL, GOWA – Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkap perjalanan hidupnya kepada 6.000 mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar. Ia mengaku pernah bekerja dengan mengarit dan mencangkul sebelum akhirnya menjadi seorang perwira TNI.

Hal itu disampaikan Pangdam Bangun Nawoko saat memberikan orasi ilmiah bertajuk “Mahasiswa Pewaris Estafet Kepemimpinan Bangsa” dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Alauddin Makassar tahun akademik 2026/2027.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Kampus UIN Alauddin Makassar, Kampus Samata, Gowa, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Bangun mengatakan latar belakang bukan menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Menurutnya, kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras, usaha dan doa.

“Saya juga dulu ngarit, nyangkul setelah selesai sekolah. Dan alhamdulillah bisa seperti ini,” kata Bangun Nawoko.

Baca Juga: Daftar 110 Pejabat Baru Universitas Hasanuddin Awal September, Termasuk 12 Wakil Dekan

Ia kemudian menyampaikan tiga hal yang menurutnya menjadi kunci kesuksesan.

“Kunci suksesnya gampang. Bekerja, berupaya dan berdoa lebih dari orang lain. Tidak ada yang bisa kalahkan doa yang dikabulkan,” ujarnya.

Bangun Nawoko juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak melupakan doa dan harapan orang tua. Ia menyebut dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak meraih kesuksesan.

“Orang tua kalian punya doa, berharap anak-anaknya bisa sukses. Saya juga punya anak dan saya bangga mereka pernah jadi mahasiswa seperti kalian saat ini,” tuturnya.

Selain membagikan pengalaman hidup, Pangdam Hasanuddin meminta mahasiswa baru memahami status mereka sebagai kaum intelektual. Menurutnya, mahasiswa harus mampu berpikir kritis dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Tana Toraja Kebagian Rp7 Miliar, Andi Sudirman Sulaiman Ungkap Total Pembangunan Tembus Rp1 Triliun

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi dan euforia yang berkembang di media sosial.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan ikutan euforia di media sosial yang justru membuat kita saling benci. Sampaikan aspirasi dengan baik,” tegasnya.

Bangun Nawoko juga meminta mahasiswa menghargai profesi orang lain dan tidak merendahkan pekerjaan tertentu.

“Jangan rendahkan profesi orang lain. Bisa jadi profesi itu hina di matamu, tapi itu bermanfaat untuk keluarga mereka,” tambahnya.

Kepada mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Papua, Kalimantan hingga Malaysia, Bangun berpesan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi dimanfaatkan dengan baik.

Menurutnya, mahasiswa baru tersebut merupakan calon pemimpin yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa.

“Kalian sebagian kecil dari orang yang punya kesempatan untuk menuntut ilmu di universitas favorit. Belajar dengan baik karena kalian yang akan menjadi pemimpin ke depan,” katanya.

Baca Juga: Jalan Penghubung Pinrang dan Enrekang Sudah Mulus, Bahu Jalan Dibeton

Dalam orasinya, Bangun juga menyinggung perkembangan situasi global yang ditandai konflik dan perang di sejumlah negara.

Ia mencontohkan Venezuela yang memiliki sumber daya alam melimpah, namun tetap menghadapi tekanan dari negara lain.

“Venezuela punya sumber daya banyak, negara yang mau ambil, ambil saja. PBB tidak bisa apa-apa dan negara lain hanya mencaci,” ujarnya.

Pangdam Hasanuddin mengatakan kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan.

Ia mengajak mahasiswa ikut menjaga kebhinekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Tim UNM Bekali Warga Gunung Sari Jurus Deteksi Pinjaman Online Ilegal, Lindungi Data dan Finansial

“Makanya dibutuhkan semangat persatuan dan kesatuan agar Indonesia tetap satu. Mari jaga kebhinekaan kita dengan tetap menjaga semangat persatuan agar nanti kalian menjadi pemimpin negara yang besar ini,” pungkasnya. ***