POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Umum DPW GAPEMBI Sulawesi Selatan, Nurdin Beta, melakukan pertemuan dan koordinasi langsung dengan Inspektur Utama (Irtama) Badan Gizi Nasional, Jimmy Alexander Adirman. Pertemuan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Makassar pada Jumat malam.
Jimmy Alexander Adirman menegaskan pentingnya koordinasi serta pelaporan yang jelas terkait berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Jimmy Alexander Adirman menginstruksikan agar setiap permasalahan yang muncul segera dilaporkan secara tertulis kepada pihak terkait.
“Selama semua pihak bekerja sesuai dengan juknis (petunjuk teknis), tidak perlu ada keraguan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Baca Juga: Bona Fide Bagian 24: Menyoal Diri yang belum Selasai
Ia juga menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di lapangan, baik yang berkaitan dengan SPPG, akuntan, mitra, maupun yayasan, harus dilaporkan secara resmi kepada Irtama BGN agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum GAPEMBI Sulsel, Nurdin Beta, menyatakan pihaknya siap memfasilitasi proses pelaporan dari berbagai pihak di lapangan kepada BGN melalui jalur resmi.
“Jika ada permasalahan yang terjadi di lapangan, baik dari SPPG, akuntan, mitra maupun yayasan, GAPEMBI siap menjadi penghubung dan memfasilitasi pelaporan secara tertulis kepada Irtama BGN,” ujar Nurdin Beta.
Selain itu, ia menegaskan bahwa ke depan GAPEMBI Sulsel juga akan fokus pada penguatan sektor pangan, khususnya dalam memberikan edukasi kepada para petani.
Baca Juga: Ramadan Menguatkan, Damkarmat Maros Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
“Kedepan GAPEMBI Sulsel akan lebih fokus pada sektor pangan. Terutama kita harus mempersiapkan diri untuk memberikan informasi dan edukasi kepada para petani agar mereka tidak ragu lagi untuk menanam, karena sudah ada program MBG yang akan menerima hasil taninya,” lanjutnya.
Menurutnya, dengan adanya kepastian penyerapan hasil pertanian melalui program MBG serta dukungan dari mitra yayasan dan SPPI, para petani diharapkan semakin percaya diri untuk meningkatkan produksi pertanian.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara BGN dan organisasi mitra dalam mendukung ketahanan pangan serta memastikan setiap dinamika di lapangan dapat ditangani melalui mekanisme pelaporan yang jelas dan terkoordinasi.
***




