POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak enam tim Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar) lolos pendanaan Program Pendanaan Riset MoRA–The Air Funds ( MoRa TAF) tahun 2025.
Jumlah tersebut menampatkan UIN Alauddin Makassar sebagai tim terbanyak dari 90 tim yang lolos pendanaan MoRa TAF dari Kementerian Agama.
Keenam tim UIN Alauddin Makassar yang lolos pendanaan MoRa TAF tersebar pada 3 kluster keilmuan, yakni kluster Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, serta Ekonomi dan Lingkungan.
Adapun nama-nama peneliti UIN Alauddin Makassar yang dinyatakan lolos pendanaan Riset MoRA–The Air Funds Tahun 2025, yakni Prof. Muh. Basir S. Paly, Prof. Wasilah Sahabuddin, dan Dr. Mohammad Fais Satrianegara dari kluster Sains dan Teknologi.
Baca Juga: Daftar 10 Besar Juara Porseni HAB Kementerian Agama Sulsel, Makassar dan Enrekang di Puncak
Sementara dari kluster Sosial Humaniora, peneliti yang lolos adalah Dr. Risnah dan Ir. Ar. Zulkarnain AS, M.T., IAI.
Adapun dari kluster Ekonomi dan Lingkungan, UIN Alauddin Makassar diwakili oleh Prof. Muslimin Kara.
Kemenag RI menegaskan bahwa seluruh peneliti yang dinyatakan lolos wajib mengikuti tahapan lanjutan, termasuk penandatanganan kontrak pendanaan serta pelaksanaan riset sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengelolaan penelitian dilakukan melalui sistem e-RISPRO LPDP guna menjamin profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.
Baca Juga: Hilang Kontak 5 Hari, Kapal Jolloro Sansel United asal Pangkep Akhirnya Ditemukan di Taka Bonerate
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Rosmini Amin, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh tim peneliti yang berhasil lolos pendanaan.
“Capaian ini mencerminkan kualitas akademik, dedikasi, dan komitmen sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam mengembangkan penelitian yang unggul, inovatif, dan berdampak,” ujarnya.
Rosmini Amin berharap pendanaan Riset MoRA–The Air Funds dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan luaran riset berkualitas, berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat dan institusi.
Ia juga menegaskan LP2M UIN Alauddin Makassar akan terus memperkuat ekosistem penelitian guna meningkatkan reputasi dan daya saing institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan ini menjadi indikator kuat atas kualitas proposal, relevansi tema riset, serta kesiapan sumber daya peneliti UIN Alauddin Makassar dalam mendukung pengembangan riset keagamaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. ***




