POJOKSULSEL, MAKASSAR - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) gelombang 115 tahun 2025 diarahkan pada misi pengabdian dan kemanusiaan. Sebanyak 12 mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana diberangkatkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang masih berjuang pulih dari dampak bencana.

Keberangkatan mahasiswa KKN ini dijadwalkan pada Sabtu, 13 Desember 2025. Mereka akan menjalankan pengabdian selama dua pekan dengan bergabung dalam Tim DMC IKATEK Unhas, mendukung langsung upaya pemulihan masyarakat terdampak.

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc menegaskan, hpaling penting adalah niat pengabdian dan kesiapan mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari berbagai fakultas lintas disiplin, di antaranya Fakultas Pertanian, Kedokteran, Teknik, Kesehatan Masyarakat, FISIP, MIPA, hingga Fakultas Kehutanan. Kolaborasi lintas keilmuan ini diharapkan mampu menjawab beragam kebutuhan di wilayah terdampak bencana.

Dalam arahannya, Prof JJ menekankan bahwa KKN di wilayah bencana bukan sekadar program akademik, melainkan panggilan empati dan kemanusiaan.

“Kalian tidak datang sebagai penonton penderitaan. Kalian hadir sebagai bagian dari masyarakat. Di situlah pengabdian diuji, bukan hanya secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan moral,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, kesehatan, serta koordinasi tim selama bertugas di lapangan. Mahasiswa diminta menjaga inisiatif, namun tetap mengedepankan kerja kolektif dan tanggung jawab.

Ketua Tim KKN Gelombang II, Abd. Rahman Ruslin, menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa akan ditempatkan terlebih dahulu di Posko Utama DMC IKATEK Unhas di Pondok Pesantren Ibnu Hasan, Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

“Penugasan lanjutan ke pos-pos bantu akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kesiapan relawan,” jelasnya.

Selama pengabdian, mahasiswa terlibat dalam sejumlah program kemanusiaan, mulai dari penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL), layanan dukungan psikososial, dapur umum dan distribusi logistik, hingga joint needs assessment untuk memetakan kebutuhan warga secara langsung.

Wilayah sasaran pengabdian meliputi pemukiman sekitar Kota Kuala Simpang, Desa Sukamaju, Kecamatan Lintang Atas, serta kawasan sekitar Masjid Banda Mahligai, Kecamatan Sekrak.

Menurut rencana, mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Unhas akan berada di lokasi selama 14 hari. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan kemungkinan pengiriman gelombang lanjutan.

“Jika masih dibutuhkan, kita siapkan lagi tim berikutnya,” pungkas Prof. JJ.