POJOKSULSEL, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, struktur baru berupa Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) Kemenag RI tinggal menunggu pengesahan Presiden.

Kehadiran Ditjen Pesantren diharapkan mampu memperkuat pelayanan dan perhatian negara terhadap pesantren di seluruh Indonesia.

Pernyataan terbaru terkait pembentukan Ditjen Pesantren disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026).

"Selama ini pesantren dikelola di bawah direktorat pada Pendidikan Islam. Ke depan, akan langsung dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal agar pelayanan terhadap pesantren bisa lebih maksimal,” ujar Nasaruddin Umar dikutip laman Kemenag RI.

Pernyataan Menag Nasaruddin Umar terkait Ditjen Pesantren kembali disampaikan saat mengunjungi Pesantren Al Itqon, Bugen, Semarang, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Dana Desa dan ADD Maros Menyusut di 2026, Daerah Tunggu Kepastian Kebijakan Pusat

Ia menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren sudah mendekati tahap final dan menjadi bukti keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat peran pesantren.

"Sekarang sudah terbentuk Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menandakan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pesantren sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi agar semakin mandiri,” kata Menag, Jumat (6/2/2026).

Menurut Nasaruddin, tantangan yang dihadapi pesantren saat ini semakin kompleks. Karena itu, dukungan negara tidak cukup hanya pada aspek pendidikan formal.

“Pesantren bukan hanya membutuhkan ruang belajar yang layak, tetapi juga penguatan sarana digital agar santri tidak tertinggal dari perkembangan zaman,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Menag juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Dua Penghargaan Bergengsi untuk Kanwil Kemenag Sulsel di Ajang Regional Treasury

“Kita ingin para guru dan pengelola pesantren mendapatkan penguatan kompetensi, baik dalam keilmuan keislaman maupun metode pembelajaran yang lebih adaptif dengan kebutuhan generasi hari ini,” lanjutnya.

Tak kalah penting, pemerintah juga mendorong pesantren untuk terus memperkuat kemandirian ekonomi melalui unit usaha produktif.

“Pemberdayaan ekonomi pesantren bukan hanya untuk menopang operasional lembaga, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri,” pungkas Nasaruddin.

Menag serahkan bantuan

Menteri Agama Nasaruddin menyerahkan secara simbolis bantuan dana sebesar Rp75 juta bagi pengembangan Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, saat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026)

Nasaruddin Umar juga bantuan sebesar Rp100 juta kepada MTs Al Itqon Bugen Semarang pada Jumat (6/2/2026)

***