POJOKSULSEL, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dua di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, yakni Prof. Lukman Arake yang resmi dilantik sebagai Rektor IAIN Bone dan Prof. Darmawati yang mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin IAIN Parepare.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi harus menjadi representasi tertinggi institusi dan berdiri di atas semua kepentingan.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi adalah representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun.
Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri sebagai "Menteri Agama" di lingkungan kerjanya masing-masing.
Baca Juga: HUT ke-59 Perum Bulog: Sulselbar Catat Stok Beras 895 Ribu Ton, Sumbang 20 Persen Nasional
"Pahami fungsi Anda sebagai penanggung jawab totalitas institusi. Miliki diri Anda sendiri, jangan dimiliki oleh siapa pun atau kepentingan apa pun. Anda harus merepresentasikan diri sebagai quote unquote Menteri Agama di lingkungan kerja Anda," tegas Menag.
Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno.
Turut hadir pula para Staf Khusus, Staf dan Tenaga Ahli Menteri Agama, serta jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama.
Lebih lanjut, Menag juga mengingatkan pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan.
Ia meminta para pimpinan tidak hanya memahami aturan dari Kemenag, tetapi juga dari kementerian terkait seperti Kemendikti, Kemensesneg, hingga visi besar Presiden.
Baca Juga: Perum Bulog Ditugasi Bapanas Salurkan Cadangan Pangan untuk 1.133 KK untuk Korban Banjir di Bone
Secara khusus, Menag menekankan pentingnya penguasaan terkait tata kelola keuangan.
Ia mewajibkan para pimpinan untuk mengumpulkan dan mempelajari seluruh peraturan terkait.
"Pelajari peraturan tentang keuangan. Ini sangat penting. Jangan sampai terjadi pelanggaran karena ketidaktahuan prosedur. Tidak boleh ada alasan 'saya tidak tahu'," lanjutnya.
Menag menaruh harapan besar pada peningkatan mutu akademik. Ia menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera bergerak dalam meningkatkan grade kampus, baik dari segi status institusi maupun akreditasi program studi.
"Saya berharap pimpinan baru segera mencari cara memenuhi persyaratan agar yang masih Sekolah Tinggi meningkat menjadi Institut, dan yang sudah Institut segera berproses menjadi Universitas," ujar Menag.
Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan, dan sebisa mungkin ditingkatkan.
"Jangan sampai di bawah kepemimpinan Anda, grade-nya justru menurun. Dengan kehadiran Anda sebagai pemimpin baru, citra dan kualitas program tingginya harus semakin meningkat," imbuhnya.
Menag juga mengingatkan agar pimpinan baru melakukan evaluasi terhadap keputusan pimpinan sebelumnya guna menghindari tumpang tindih regulasi.
Baca Juga: Wali Kota Parepare Temui Wamendagri, Bahas Batas Belanja Pegawai dan Dana Transfer Daerah
Ia berpesan agar para pimpinan tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga.
Berikut daftar Pimpinan PTKN yang dilantik:
1. Janawi – Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung
2. Lukman Arake – Rektor IAIN Bone
3. Idi Warsah – Rektor IAIN Curup
4. Darmawati – Rektor IAIN Parepare
5. Elka Anakotta – Rektor IAKN Ambon
6. Haposan Silalahi – Rektor IAKN Tarutung
7. Mara Samin Lubis – Ketua STAIN Mandailing Natal ***




