POJOKSULSEL, MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar, akhirnya buka suara soal utang Rp5,6 miliar yang ditaging Erisoya alias Oya.

Kuasa hukum manajemen PSM Makassar, Yusuf Gunco, mengatakan, manajemen PSM hanya mengakui sisa utang ke Erisoya alias Oya hanya Rp2,1 miliar.

Bahkan, sisa utang Rp2,1 miliar manajemen PSM Makassar ke Erisoya alias Oya tercatat dalam surat perjanjian dua belah pihak.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Jadwal Praktek Dokter RSUD Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar

Surat perjanjian utang itu ditandatangani oleh Rafiuddin Razak dari perwakilan manajemen PSM Makassardan Erisoya alias Oya.

"Pada tanggal 8 September 2022. Yang ditandatangani oleh Bapak Rafiuddin Razak dan Shesie Erisoya," kata Yusuf Gunco di Makassar, Kamis (31/8/2023).

Yusuf Gunco mengatakan, setelah perjanjian sisa utang Rp2,1 miliar ditandatangani. Erisoya kemudian kembali menyodorkan angka Rp3,5 miliar yang ia klaim sebagai utang PSM.

Baca Juga: Bupati Luwu Utara: Kepuasan Masyarakat Adalah Indikator Pelayanan Publik

Sehingga, dari situlah muncul total tagihan utang Erisoya alias Oya ke manajemen PSM Makassar Rp5,6 miliar.

Namun demikian, kata Yusuf Gunco, manajemen PSM Makassar menganggap bahwa uang Rp3,5 miliar itu harus dibuktikan oleh Erisoya.

"Klaim daripada Bu Oya adalah, Rp5,6 miliar. Rp3,5 miliar ini, sampai saat sekarang ini, pihak manajemen masih mencari sirkulasi atau lalulintas uang yang ada di PSM," kata Yusuf Gunco.

Baca Juga: Siap-siap, Kemenag Mulai Seleksi Petugas Haji 2024, Anda Berminat?

Meski demikian, kata Yusuf Gunco, jika memang Erisoya alias Oya bisa membuktikan secara ditail pengeluaran uang Rp3,5 miliar itu, maka pasti akan diselesaikan oleh manajemen PSM Makassar.

Yusuf Gunco menegaskan, Manajemen PSM Makassar tidak pernah menganggap mau menutupi atau menghilangkan jejak tentang uang tersebut.

"Tetapi kita masih mau melihat sirkulasi atau lalu lintas perputaran uang ini dari Rp5,6 miliar. Yang disepakati Rp2,1 miliar. Rp3,5 miliar ini yang kita cari," kata Yusuf Gunco. ***