POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Makassar ditetapkan darurat kekeringan. Hal ini imbas dari El Nino yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air.

Pemkot Makassar pun telah menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar sebagai leading sektor penanggung jawab kondisi kedaruratan kekeringan.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi menyampaikan, untuk saat ini yang terpenting menyikapi masalah kekeringan, warga harus dipastikan tidak kekurangan air bersih.

Baca Juga: Indeks SPBE Tertinggi di Sulsel, IDP Harap Lutra Terus jadi Role Model

Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi saay memimpin rapat koordinasi terkait kondisi kedaruratan kekeringan yang melanda Makassar.

“Kita berharap dengan koordinasi ini, keluhan masyarakat akan kekurangan air sebagai dampak dari kekeringan dapat teratasi,” ungkap Fatmawati Rusdi.

Sementara itu, seluruh lurah dan camat di Makassar diperintahkan untuk memetakan kebutuhan air di setiap wilayah yang berdampak kekeringan di Makassar.

Baca Juga: Link Pendaftaran CPNS 2023 dan PPPK 2023, Kuota, Hingga Jadwal Pengumuman Kelulusan

Lurah dan camat juga diminta menghitung seluruh kebutuhan air bersih dan penentuan titik distribusi.

Fatmawati Rusdi menyebut, PDAM Makassar telah melakukan upaya pelayanan dengan turun mendistribusikan air bersih ke warga, di 60 titik per hari.

Hanya saja, terkendala dengan jumlah armada yang dimiliki oleh PDAM.

Baca Juga: Ada Instalasi Radiologi Berteknologi Modern di RSUD Andi Makkasau Parepare

Kepala BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, kondisi kemarau seperti ini, dan berdasarkan informasi dari BMKG serta rapat sebelumnya di Amirullah bersama Wali Kota Makassar, dan juga melihat kondisi fakta di lapangan, maka BPBD hadir incident commander, menangani langkah-langkah untuk mendistribusikan air bersih.

“SK tanggap darurat telah dibuat dan sedang berproses, sehingga pendistribusian air bersih harus dilakukan secara terkoordinir,” tuturnya.

Kekurangan air bersih, menjadi dampak dari adanya kekeringan yang melanda, dan akan dilakukan distribusi kepada masyarakat yang menjadi prioritas.

Baca Juga: Serunya Emak-Emak Saat Ikut Lomba Tangkap Bebek Gerakan Panrannuangku

“Skala prioritas di sini yakni wilayah yang memang kesulitan sumber air dan kesulitan terdistribusi oleh PDAM," bebernya.

Sebelumnya diberitakan Pojoksulsel.com, sebanyak 13 kabupaten kota di Sulsel diminta siaga kekeringan ekstrem dalam beberapa pekan kedepan.

BMKG Stasiun Klimatologi Maros mengeluarkan peringatan dini potensi kekeringan ekstrem yang akan terjadi di sejumlah daerah Sulsel.

Baca Juga: Jemput Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di Bandara, Ini Harapan Danny Pomanto

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Sulsel berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama 10 hari kedepan dengan kategori siaga.

Mulai dari Bantaeng, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Selayar, Makassar, Parepare, Maros, Pangkep, Pinrang, Soppeng, serta Takalar. ***