POJOKSULSEL, MAKASSAR - Makassar Art Initiative Movement, menggelar pameran lukisan bersama di Enreco Coffee, Jalan Bougenville, Panakkukang, Kota Makassar.
Pameran lukisan bersama di Enreco Coffee mengusung tema Kurru Sumanga'. Makassar Art Initiative Movement melaksanakannya selama sembilan hari.
Achmad Fauzi, Koordinator pameran lukisan bersama Makassar Art Initiative Movement, mengatakan, pameran bersama digelar mulai tanggal 19 sampai 27 April mendatang.
Baca Juga: Relawan Andalan Hati Kumpulkan Petani di Kabupaten Maros, Bahas Swasembada Pangan
"Kami bekerjasama Enreco. Pembukaan mulai malam ini. Enreco siapkan tempat," kata Achmad Fauzi kepada wartawan pojoksulsel, Sabtu petang (19/4/2025).
Pada kesempatan itu, Achmad Fauzi, menjelaskan tema Kurru Sumanga' yang diangkat pada pameran bersama.
Ia mengatakan, Kurru Sumanga' adalah bahasa Makassar sebagai bentuk rasa syukur, berbagi semangat, maupun bentuk terima kasih.
Baca Juga: Nama-Nama Peserta Kabupaten Takalar, Maros, dan Bone Melaju ke Final STQH XXIII Sulawesi Selatan
"Harapannya supaya masyarakat bisa mengapresiasi seni rupa dari berbagai gaya melukis," kata Achmad Fauzi.
Achmad Taufik mengatakan, ada 12 karya lukisan dari sembilan pelukis yang ditampilkan pada pameran bersama ini.
"Sebenarnya ada banyak lukisan teman-teman. Tapi kami menyesuaikan tempat pameran saja," kata Achmad Fauzi.
Baca Juga: Iqbal Nadjamuddin Bangga pada UMI, Disdik Sulsel Siap Libatkan Siswa SMA pada Milad ke 71
Ia mengatakan, sembilan pelukis itu berasal dari aliran yang berbeda-beda, mulai dari gaya realis, abstrak, maupun kontemporer.
Mereka yang memamerkan karyanya adalah Achmad Fauzi, Budi Haryawan, Jenry Pasasang, Ahmad Anzul, Alan Tola, Den Dede, Faisal Syarif, Jaskar, dan Asmam Jasmin.
"Nanti dalam pameran akan dirangkaikan dialog seni untuk memperkenalkan seni rupa Makassar kepada publik," katanya.
Pada kesempatan itu, Achmad Fauzi menjelaskan secara ringkas terkait beberapa lukisan yang sudah ditampilkan.
Seperti lukisan abstrak Alan Tola yang menggambarkan filosofi perjalanan Bugis Makassar. "Di situ ada bentuk layar perahu pinisi," katanya.
Baca Juga: 10 Gereja Dapat Pengamanan Prioritas Brimob Polda Sulsel, Sterilisasi Libatkan Anjing Pelacak
Ada juga lukisan gaya foto realis karya Budi Heryawan. Pada lukisan itu menggambarkan suasanan perkampungan di Masamba, Luwu Utara.
Lukisan gaya absrak, yaitu pisang ditempel pada kanvas karya Ahmad Anzul. Hingga lukisan abstrak figuratif tentang Pakkarena.
"Kalau ini karya saya, abstrak figuratif Pakkarena. Itu menggambarkan penari sedang duduk menunggu suaminya pulang di teras rumah Bugis," kata Achmad Fauzi sambil menunjuk lukisannya yang disebut sebagai lukisan abstrak figuratif berseri.
***




