POJOKSULSEL, MAKASSAR - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, menggelar Expo Teknologi Kesehatan Lingkungan, Senin (30/3/2026).
Expo yang berlangsung di Pelataran FKIK UIN Alauddin Makassar merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Teknologi Kesehatan Lingkungan.
Sebanyak 15 kelompok mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi dalam kegiatan expo tersebut.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa dituntut merancang dan mengembangkan prototype teknologi inovatif yang dapat diterapkan langsung di masyarakat.
Mereka menghadirkan beragam inovasi, mulai dari teknologi pengendalian vektor berbasis ovitrap, sistem penyaringan air sederhana, alat pemantau kualitas udara dalam ruang, teknologi pengolahan limbah organik, hingga produk ramah lingkungan berbasis eco enzyme.
Baca Juga: Dua Korban Air Bah Sungai Kalimborang Maros Ditemukan Tak Bernyawa. Innalillah!
Menariknya, kegiatan expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan langsung hasil inovasi mereka kepada dewan juri serta sivitas akademika.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Dalam kompetisi tersebut, PORTA TRI Composter berhasil meraih juara pertama. Teknologi ini merupakan alat kompos cepat yang dirancang untuk membantu pengolahan limbah organik secara lebih efisien dan praktis.
Sementara itu, juara kedua diraih oleh Envilab Monitor, yakni alat pemantau kualitas udara dalam ruangan yang dirancang untuk membantu masyarakat menjaga kualitas udara yang sehat.
Adapun juara ketiga diraih oleh inovasi sabun berbasis eco enzyme yang mengusung konsep ramah lingkungan.
Baca Juga: Duskusi Publik ORASI Unhas: Putusan MK Ubah Peran Bawaslu, Alamsyah Soroti Tantangan Pemilu 2029
Berikut daftar pemenang Expo Teknologi Kesehatan Lingkungan FKIK UIN Alauddin Makassar:
Juara 1: PORTA TRI Composter, teknologi kompos cepat
Juara 2: Envilab Monitor, alat pemantau kualitas udara
Juara 3: Sabun berbasis eco enzyme
Penanggung jawab mata kuliah, Dr. Muh. Saleh, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk integrasi ilmu dan inovasi mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu kesehatan lingkungan dengan bidang lain untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu kesehatan lingkungan dengan bidang lain untuk menghasilkan teknologi yang aplikatif. Ini merupakan langkah penting menuju pengembangan riset berbasis mahasiswa," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi mahasiswa, Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makassar juga memberikan dukungan biaya pengembangan serta hadiah menarik bagi para pemenang dan juara harapan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi serta berpartisipasi dalam kompetisi inovasi di tingkat nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan lingkungan di masyarakat. ***




