POJOKSULSEL, MAKASSAR – Ada yang spesial dari MIN 2 Kota Makassar. Madrasah ini resmi ditetapkan sebagai satu dari 12 satuan pendidikan percontohan pelaksana Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI.

Penunjukan MIN 2 Kota Makassar beserta 11 satuan pendidikan piloting Kurikulum Berbasis Cinta, tertuang dalam Surat Tugas Nomor 79/Dt.I.I/04/2025 yang diteken langsung Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, pada 25 April 2025.

Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar soal pelajaran. Lebih dari itu, KBC hadir sebagai gerakan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan ke dalam proses belajar.

Baca Juga: Stok Beras Tertinggi Sejak 1969, Impor Disetop, CBP Tembus 3,7 Juta Ton

“Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan dan penuh nilai,” tegas Nyayu dilansir laman Pendis Kemenag.

Program ini menjadi langkah konkret Kemenag untuk mencetak generasi unggul, tangguh di level global, tapi tetap membumi dalam spiritualitas dan nilai-nilai kemanusiaan.

Total ada 12 madrasah dari berbagai jenjang yang masuk daftar piloting KBC, yaitu :

Baca Juga: Pemprov Sulsel Apresiasi Peran Umat Buddha Jaga Kerukunan, Andi Winarno Sampaikan Pesan Gubernur

RA Istiqlal Jakarta – DKI Jakarta

RA Bunayya – DI Yogyakarta

RA Alfatih Palembang – Sumatera Selatan

MIN 2 Kota Tangerang Selatan – Banten

Baca Juga: Anggi Anggraini Tancap Gas ke Nasional, Siap Tembus 10 Besar PAI Award 2025 Bermodalkan IMANI

MIN 2 Kota Makassar – Sulawesi Selatan

MIN 3 Jembrana – Bali

MTsN 3 Malang – Jawa Timur

MTsN 3 Kota Jambi – Jambi

MTsN 1 Kota Semarang – Jawa Tengah

Baca Juga: Tragedi Sungai Savana Maros, Jenazah Mahasiswi Unhas Ditemukan 5 Km dari Titik Hilang

MAN IC Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan

MAN 2 Kota Bandung – Jawa Barat

MAS KMI Diniyah Putri Padang Panjang – Sumatera Barat

Baca Juga: Drop Sejak di Madinah Wafat di Makkah, Jemaah Haji Makassar Dimakamkan di Soraya

MIN 2 Makassar menjadi wakil dari Sulsel yang dipercaya mengawal kurikulum ini dari tahap awal.

Tugasnya tak main-main, yaitu menyusun rencana pembelajaran berbasis cinta, menyiapkan asesmen yang manusiawi, hingga mendokumentasikan praktik baik selama program berjalan.

Selain itu, setiap madrasah juga diwajibkan melaporkan hasil pelaksanaan program kepada Direktorat KSKK Madrasah melalui Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masing-masing.

Baca Juga: Kabar Duka! Jemaah Haji Asal Sulsel Wafat di Tanah Suci Makkah

“Melalui KBC, kita ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menghangatkan dan menumbuhkan karakter anak didik sebagai insan rahmatan lil alamin,” tambah Nyayu

Langkah ini sekaligus menjadi babak baru dunia madrasah. Dari Makassar, gerakan cinta untuk pendidikan Indonesia mulai menyala.

.***