POJOKSULSEL, MAKASSAR - DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Sulawesi Selatan (LDII Sulsel), mengundang dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Rasywan Syarif sebagai pemateri di pelatihan rukyatul hilal.
Pelatihan rukyatul hilal dilaksanaka di Kantor DPW LDII Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo No.96 B, Kota Makassar, Minggu (30/7/2023).
Selain dosen Ilmu Falak UIN Alauddin, LDII Sulsel juga menghadirkan Ketua Departeman Agama dan Dakwah DPP LDII KH Aceng Karimullah dan Wakil Sekretaris LDII Sulsel Mujahidin sebagai pemateri pelatihan rukyatul hilal.
Pelatihan rukyatul hilal LDII Sulsel digelar secara hybrid. Peserta yang ikut daring via zoom meeting adalah pengurus DPD LDII kabupaten kota di Sulsel.
Baca Juga: Wabup Biak Numfor Sebut Masyarakat Maros Sudah 36 Tahun Jaga Stabilitas Pembangunan
Dosen Ilmu Falak UIN Alauddin Muhammad Rasywan Syarif membahas tentang metode rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan hijriah.
Ketua Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII KH Aceng Karimullah menjelaskan peran LDII dalam pengamatan hilal dan sidang isbat Kemenag RI.
Adapun Wakil Sekretaris DPW LDII Sulsel Mujahidin menyampaikan materi tentang pengenalan teleskop.
Baca Juga: Pertama di Sulsel, Kemenag Sinjai Mulai Manasik Haji untuk JCH Tahun 2024
KH Aceng Karimullah yang bergabung secara daring mengatakan, LDII ikut mendukung kebijakan pemerintah dan MUI tentang rukyatul hilal
"Ini sebagai salah satu bentuk kontribusi LDII di bidang keagamaan dan dakwah,” ujar KH Aceng.
Sementara itu, Rasywan Syarif menjelaskan bahwa hilal adalah bulan sabit terkecil yang dapat dilihat oleh mata manusia beberapa saat setelah matahari terbenam.
"Munculnya hilal akan didahului oleh peristiwa yang disebut ijtimak atau disebut juga konjungsi atau newmoon yaitu saat bulan dan matahari berimpit di bujur eliptika yang sama," kata Rasywan Syarif.
Baca Juga: Ratusan Peserta Ramaikan Kejuaraan Bulutangkis Hari Jadi Sulsel ke 354
Ketua DPW LDII Sulsel, Abri mengatakan, tim hilal LDII Sulsel ikut dalam prosesi pengamatan hilal yang dilaksanakan Kemenag Sulsel.
Ia mengatakan, keikut sertaan LDII Sulsel dalam pengaman hilal Kemenag Sulsel,merupakan praktik pelatihan hisab rukyat yang dilaksanakan oleh DPP LDII.
Abri mengatakan, perlu memperbanyak tenaga terlatih sebagai pengamat hilal. Pengamat hilal harus punya kemampuan, pengalaman, dan keahlian yang diasah terus menerus.
(***)
.




