POJOKSULSEL, MAKASSAR - Korban jiwa imbas demonstrasi di Kota Makassar bertambah menjadi empat orang. Warga bernama Rusdamdiansyah menjadi korban pengeroyokan massa unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, depan Kampus UMI pada Jumat (29/8/2025) malam.
Rusdamdiansyah dikoryok massa demonstrasi gara-gara dituduh sebagai intel di Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar pada Jumat malam.
Rusdamdiamdiansyah awalnya dilarikan ke RS Ibnu Sina Makassar. Lalu dirujuk ke RS Kemenkes di Kawasan CPI Kota Makassar.
Baca Juga: Kumpulkan Alumni, PATSI UMI Ingin Kembali Satukan Visi Misi
Plt Kepala BPBD Makassar, M Fadli Tahar mengatakan, informasi meninggalnya Rusdamdiansyah, diketahui setelah ada permintaan mobil jenazah ke BPBD.
"Baru kami tahu kalau ada korban lain, saat keluarga almarhum meminta mobil jenazah ke BPBD Makassar untuk mengantar jenazah almarhum," kata Fadli saat dihubungi, Minggu (31/8/2025).
Fadli menjelaskan, massa demonstrasi menuduh almarhum sebagai intel saat mengambil foto dan video suasana demo di Jalan Urip Sumoharjo pada Jumat lalu.
Baca Juga: Penerima Beasiswa Pemprov Sulsel Diumumkan 31 Agustus, Kuota Terbanyak untuk Jenjang S1
"Saya jelaskan bahwa korban ini keluar dari rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo lorong 501, saat malam ada demo di Jalan Urip Sumoharjo. Jadi korban ini ambil foto dan video. Korban dikira intel sama massa, di situ terjadi pengeroyokan," ungkapanya.
Pada kesempatan itu, Fadli mengatakan, informasi awal yang diterima keluarga, yaitu korban mengalamu kecelakaan dan tengah dirawat di RS Kemenkes di kawasan CPI
"Setelah di RS Kemenkes pihak keluarga baru mengetahui bahwa korban tewas dikeroyok. Korban meninggal di RS Kemenkes," katanya.
Baca Juga: Zulfajri Basri Hasanuddin Jadi Bacalon Keenam Rektor Unhas, Punya Rekam Jejak 8 Tahun di Unsulbar
Fadli mengatakan, total korban jiwa akibat demonstrasi di Kota Makassar yaitu empat orang. Tiga di antaranya pada peristiwa pembakaran Gedung DPRD Kota Makassar. ***




