POJOKSULSEL, MAKASSAR - Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara), melaksanakan kegiatan Vocational Talent Fair 2024 di Hotel Novotel, Kota Makassar, Kamis (7/11/2024).

Konsorsium PTV Sultannatara sebagai penyelenggara kegiatan Vocational Talent Fair 2024, terdiri dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Politeknik Bosowa, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) dan Politeknik Bombana.

Vocational Talent Fair 2024 dirangkaikan penandatangan perjanjian kerjasama bersama dengan sejumlah mitra perguruan tinggi vokasi se-Sultanbatara.

Baca Juga: Zudan Arif Fakrulloh Dukung Guru Mendisiplinkan Siswa: Harus Kompak Mendidik!

Direktur Politeknik Bosowa, Dr Ridwan dalam sambutannya menyampaikan SMK, LKP, dan perguruan tinggi vokasi, harus bisa mempersiapkan lulusan yang punya keterampilan praktis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Sebab, kata Ridwan, revolusi industri (4.0) dan society 5.0 telah membawa perubahan besar dalam dunia industri dan ekonomi global.

Bagaimana tidak, kata Ridwan, kecerdasan buatan, big data, hingga otomatisasi telah mendominasi pada hampir semua sektor pekerjaan.

Baca Juga: Update Pencarian Hari ke 5 Pemuda Hilang Terseret Arus di Bendungan Benteng Pinrang

"Tantangan yang muncul dari perkembangan ini, yaitu adanya perubahan kebutuhan di pasar kerja," kata Ridwan.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan vokasi membutuhkan dukungan di era pesatnya perkembangan teknologi.

Yaitu membangun kemitraan dengan pemerintah maupun antar sesama lembaga pendidikan.

Baca Juga: Suhartina Bohari Lepas 40 Atlet Kabupaten Maros untuk Berlaga di Popda Sulsel 2024

Terlebih dukungan dari dunia usaha dan dunia industri, untuk memastikan lulusan yang kompeten dan keterampilan mumpuni agar bisa berdaya saing secara global.

Ridwan menegaskan, revolusi industri dan society 5.0 bukanlah sebuah ancaman. Tetapi menjadi peluang bagi mereka yang siap.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Kerakyatan, Since Erna Lamba mengatakan, Vocational Talent Fair ini tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan teknis dan profesional, tetapi juga pertemukan para siswa dan mahasiswa dengan dunia kerja, industri, dan para pemangku kepentingan lainnya.

"Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan agar kita bisa mengoptimalkan potensi bangsa di masa depan," kata Since Erna Lamba.

Menurut Since Erna Lamba, era globalisasi yang semakin kompetitif ini, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap pakai semakin tinggi.

Baca Juga: Inilah Nama-Nama Guru dan Tendik Wakil Sulsel ke Jambore GTK Hebat 2024 Tingkat Nasional

Dunia industri dan bisnis saat ini menginginkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan vokasional yang mumpuni dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi yang begitu cepat.

"Di sinilah pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia," ungkapnya

Ia mengatakan,pendidikan vokasi bukan hanya sekadar proses belajar untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga merupakan jembatan bagi generasi muda untuk langsung masuk ke dunia kerja.

Baca Juga: BBGP Sulsel Gelar Jambore GTK Hebat 2024, Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan 3 Kategori

"Melalui pendidikan vokasi, kita dapat menyiapkan SDM yang siap bersaing, yang mampu memenuhi kebutuhan industri dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa," ujarnya.

Ia mengatakan, layanan pendidikan vokasi dan sektor industri harus terus perkuat kerjasama, agar kurikulum yang ada tetap relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.

***