POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gugus Depan Pramuka Pangkalan Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) golongan Penggalang dan Penegak.

Pembukaan KMD yang digelar di gedung Pinisi LT 10 UNM pada Senin (12/1/2026) akan berlangsung di hingga 17 Januari mendatang. Diikuti 80 peserta putra dan putri dari berbagai Gugus Depan, Kwartir Ranting, dan Kwartir Cabang se-Sulsel.

Kegiatan KMD bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon pembina Pramuka, menyiapkan pembina Pramuka yang andal dan adaptif, membekali keterampilan dasar pembinaan satuan.

"Para peserta akan mengikuti rangkaian kursus selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Januari 2026, dengan sistem pembelajaran indoor dan outdoor," ungkap ketua panitia Farid dalam laporannya.

Baca Juga: Terharu Usai Terpilih Lagi Jadi Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa Sampaikan Pesan Kebersamaan

Kegiatan dibuka oleh Andi Fahry Makkasau selaku Kepala Pusdiklatda Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang hadir mewakili Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan. dalam sambutannya menegaskan bahwa KMD merupakan fondasi penting bagi setiap calon pembina Pramuka.

Andi Fahry Makkasau berharap agar peserta KMD mampu memahami sistem pendidikan kepramukaan secara utuh serta mampu menerapkannya dalam membina peserta didik di gugus depan masing-masing.

"KMD di jalur pengabdian untuk memberi kontribusi pengabdian bangsa dan negara, karena bisa menghadirkan kader-kader generasi bangsa kedepan melalui pembinaan satuan di tempat masing-masing,” ungkap Kak Andi Fahry Makkasau yang juga sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka Kwartir Nasional Komisi Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa).

Andi Fahry Makkasau mengungkapkan kekagumannya pada UNM. Pertama penyiapan mahasiswa memiliki perspektif akan menjadi pembina pramuka di sekolah saat berkarier sebagai guru.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Prof Jamaluddin Jompa Oppo' Pimpin Unhas, Menang Mutlak 95,83 persen

"Sehingga teman-teman yang masih berposes selaku mahasiswa sudah diarahkan untuk menjadi pembina melalui kursus mahir dasar sehingga kita tahu semua hampir semua lepasan UNM pasti dia sudah lepasan KMD," katanya.

"Kemudian nanti dalam kiprah perjalanannya rata-rata di krwatir cabang setelah mereka kembali, adalah orang-orang yang menggerakkan kwartir cabang secara menonjol dan itu tidak bisa dipungkiri, di Makassar, Maros juga begitu, Pangkep , Soppeng, Bone," tambahnya.

Hal kedua yang dikagumi Andi Fahry Makkasau dafri UNM adalah konsistensi dalam pencapaian Pramuka Garuda. Ia melihat tidak ada gugus depan yang konsistensi pencapaian Pramuka Garuda seintens UNM.

"Ini tentu saya sangat senang karena saya juga dalam kapasitas sebagai Korwil ATAS. Korwil Sulawesi Perhimpunan Pramuka Garda se-dunia disebut ATAS," ujar andi Fahry Makkasau.

Berdasarkan petunjuk penyelenggaraan (Jukran) sistem pendidikan dan pelatihan dalam Gerakan Pramuka (seperti SK Kwarnas No. 048 Tahun 2018), bertujuan meningkatkan kualitas pembina, penguasaan metode, pengembangan karakter dan standardisasi tata laksana.

"Jumlah gugus depan kita tidak ditangani secara optimal sebagai pembina seorang dewasa menjadi pembina yang berkualifikasi," tambahnya,

Ia mengatakan, jumlah tersebut tidak sesuai dengan Jukran 47 dan 48, pembinaan orang dewasa dan Sisdiklat bisa disebut pembina pembatu jika memiliki kualifikasi kursus mahir dasar.

"Sehingga Pusdiklatda gencar menghasilkan pelatih pembina yang bagus harus penyiapan pelatih juga," ungkap Andi Fahry Makkasau.

Baca Juga: 6 Tokoh Eksternal Universitas Hasanuddin Ikut Jadi Penentu Rektor Unhas 2026–2030, Ini Nama-Namanya

Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Ketua Gugus Depan Pramuka UNM dan Anggota Majelis Pembimbing Gugus Depan.

Ketua Gugus Depan Pramuka UNM yang diwakili oleh Pembina Racana Opu Daeng Risadju, Sumiati Patimari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara Pramuka UNM dan Pusdiklatda Sulawesi Selatan.

Sumiati Patimari menegaskan bahwa berkat sinergi tersebut, pelaksanaan KMD Tingkat Dasar dapat terlaksana dengan baik dan menjadi wadah peningkatan kompetensi calon pembina pramuka, khususnya di golongan Penggalang dan Penegak.

Sementara itu, Muh Ilham Bakhtiar selaku Perwakilan Majelis Pembimbing Gugus Depan Pramuka Universitas Negeri Makassar juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KMD kali ini.

Baca Juga: Jalan Hertasning Mulai Diaspal dengan Target Rampung Juli. Lihat Progresnya

Muh Ilham Bakhtiar menekankan bahwa sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga pendidik, Universitas Negeri Makassar memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong penguatan profesionalisme mahasiswa dan alumninya.

KMD dipandang sebagai salah satu sarana penting untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kompetensi pembinaan generasi muda.

Ke depan, Mabigus berharap pelaksanaan kursus tidak hanya berhenti pada tingkat dasar, tetapi dapat berlanjut hingga Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML) dan Kursus Pelatih Pembina Pramuka.

Pembukaan KMD Golongan Penggalang dan Penegak Pramuka UNM Tahun 2026 menegaskan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan Gerakan Pramuka dalam mencetak pembina yang profesional, berkarakter, dan berkompeten.

Dengan dukungan Pusdiklatda dan komitmen UNM, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembinaan pramuka di Sulawesi Selatan serta menyiapkan generasi pembina yang siap mengabdi dan mendidik generasi muda Indonesia.

Citizen Reporter: Muh. Ilham Bakhtiar (Anggota Mabigus Universitas Negeri Makassar)