POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan persiapan Harlah ke -78 Muslimat NU di GBK Jakarta pada 19 Januari mendatang.

"Insyaallah yang sudah mendaftar sudah hampir 150 ribu orang. Itu dari bus yang mereka daftarkan," kata Khofifah Indar Parawansa usai melantik PW dan 6 PC Muslimat di Makassar, Minggu (14/1/2024).

Khofifah Indar Parawansa mengatakan,   para peserta yang ingin hadir di Harlah Muslimat NU di GBK harus mendaftarkan bus untuk menentukan titik drop off maupun pickup di tempat terdekat dengan GBK.

Baca Juga: Pidato Sekda Takalar Viral Diduga Kampanyekan Capres, Bawaslu Takalar: Kami Pasti Proses

Pada kesempatan yang sama, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Harlah Muslimat NU akan menjadi momentum dirinya berpamitan kepada keluarga besar Muslimat NU.

"Kami menyelenggarakan di GBK sekaligus pamitan saya kepada keluarga Muslimat," katanya.

Gubernur Jawa Timur itu memberi isyarat untuk tidak akan lagi maju di Kongres Muslimat NU. Dirinya ingin ada kader yang bersiap mengurus Muslimat NU ke depan.

"Sudah cukup lama saya memimpin Muslimat, saya ingin bahwa ada kader yang bersiap untuk mengurus Muslimat ke depan," katanya.

Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Dorong Petani Jadikan Hortikultura Cabai sebagai Tanaman Bisnis, Pemerintah Siapkan KUR

"Saya sudah menyampaikan sebaiknya ada kader baru yang bisa melanjutkan kepemimpinan Muslimat NU."

Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengatakan bahwa Harlah Muslimat NU akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo untuk memberikan pengarahan.

Diketahui, Khofifah Indar Parawansa hadir di Kota Makassar untuk melantik PW Muslimat Sulsel dan 6 pimpinan cabang di Kampus UIM, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.

Baca Juga: Lihat Nih! Andi Sudirman Sulaiman Disambut Hangat Warga Desa Punaga Kabupaten Takalar

Dirinya menekankan agar Muslimat NU tetap mengedepan untuk menjaga empat bentuk persaudaraan.

Pertama, adalah ukhuwah nahdliyah, yaitu persaudaraan di antara elemen-elemen NU.

Kedua, adalah ukhuwah insaniah, yaitu persaudaraan di antara sesama manusia.

Ketiga, adalah ukhuwah wathoniyah, yaitu persuadaraan kebangsaan.

Keempat adalah ukhuwah islamiyah, atau persuadaraan antar sesama umat Islam.

Baca Juga: Pengelola TWA Bantimurung Kabupaten Maros Batasi Aktivitas Pengunjung Selama Musim Hujan

Ia mengatakan, untuk menguatkan empat persaudaraan tersebut harus dibangun mutual understanding. "Di antara keberagaman-keberagaman yang ada harus dibangun saling kesepahaman," kata Khofifah Indar Parawansa.

Tidak hanya itu, perlu membangun saling kepercayaan (mutual trust) dan saling menghormati (mutual respect)

"Ini yang menjadikan Indonesia ini solid sebagai sebuah negara kesatuan, keberagaman yang luar biasa harus kita sebagai kekuatan bangsa Indonesia," katanya. ***