POJOKSULSEL, MAKASSAR - Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) paling banyak menghasilkan guru besar di UIN Alauddin Makassar.
Sekretaris Senat UIN Alauddin Makassar, Prof Hasaruddin dalam wawancara beberapa waktu lalu mengatakan, guru besar UIN Alauddin Makassar saat ini berjumlah 76 orang. Terbanyak di FSH.
Sementara itu, Dekan FSH UIN Alauddin Makassar Dr H Abd Rauf Muhammad Amin mengatakan, jumlah guru besar di FSH saat ini adalah 21 orang.
"Jumlah guru besar di FSH per hari ini sebanyak 21 orang," kata Abd Rauf Muhammad Amin saat diwawancara wartawan Pojoksulsel, Rabu (24/1/2024) malam tadi.
Baca Juga: Tiga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Kembali Dikukuhkan
Dekan Abd Rauf Muhammad Amin mengatakan, FSH terus berupaya mendorong agar para dosen berpangkat Lektor Kepala supaya fokus pada akselerasi guru besarnya.
Meskipun saat ini, kata dia, ada skema baru untuk pengajuan guru besar setelah berpangkat 4C. Karena itu, dosen-dosen lektor kepala di FSH sedang menunggu percepatan kepangkatan.
"Dulu itu 4A bisa (mengajukan guru besar) bahkan 3D bisa, yang penting bisa menggenjot publikasi dan lain sebagainya untuk dikejar," kata alumnus Al Azhar itu.
Baca Juga: Potret Prof Yusriani, Alumni Terbaik UMI Jadi Profesor. Ternyata Peneliti yang Pernah Pecah Rekor
Abd Rauf Muhammad Amin mengatakan, pimpinan FSH tidak ingin ada dosen yang terlambat mengurus akselerasi guru besar. Sehingga mulai sekarang para dosen terus didorong untuk mempersiapkan semua komponen-komponen yang dibutuhkan.
"Termasuk kita berusaha supaya teman-teman itu menulis di berbagai jurnal," katanya.
Karena itu, pimpinan FSH menerima tantangan Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis, supaya di FSH ada jurnal terideka Scopus. Hak itu sebagi salah satu bentuk afirmasi untuk mengakselerasi guru besar.
Baca Juga: TERBARU! UMI Makassar Miliki 77 Profesor, Pimpinan Kembali Pasang Target Tahun 2024
"Dengan adanya usaha-usaha teman dosen untuk mengindekskan satu, dua, tiga jurnal di fakultas, dengan begitu, dosen-dosen senior yang akan ke guru besar, itu sudah tidak kesusahan lagi," katanya.
Abd Rauf Muhammad Amin mengakui, bahwa tantangan terberat saat ini adalah memiliki jurnal terindeks Scopus.
"Intinya bahwa pimpinan Fakultas yang pertama mendorong mempercepat akselerasi guru besar supaya teman-teman publikasi, jangan sampai teringgal," pungkasnya. ***




