POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jahlul Irfani dikukuhkan sebagai Ketua Umum Lembaga Dakwah Fakultas Al Wasathiyah (LDF Al Wasathiyah) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar tahun 2026. Ia adalah mahasiswa Prodi Kominikasi Penyiaran Islam angkatan tahun 2023.
Pengukuhan Jahlul Irfani sebagai Ketua Umum LDF Al Wasathiyah UIN Alauddin Makassar berlangsung di Ruang Lecture Theatre (LT) FDK, Selasa (3/2/2026).
Dalam sambutannya, Jahlul Irfani berkomitmen menjadikan LDF Al Wasathiyah UIN Alauddin Makassar, sebagai ruang dakwah yang seimbang antara penguatan intelektual dan spiritual.
Dirinya menegaskan bahwa intelektual tanpa spiritual diibaratkan sebagai ruangan yang hampa dan kosong.
"Keduanya harus berjalan beriringan agar setiap aktivitas yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah SWT," tegasnya.
Baca Juga: Adnan Nota Tegaskan Tidak Boleh Lagi Ada Pasukan 7.10 di Kemenag Sulbar
Ia menegaskan bahwa LDF Al-Wasathiyah akan terus mendorong peningkatan kapasitas akademik mahasiswa tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama gerakan dakwah.
Sementara itu, Wakil Dekan III FDK Prof. Syamsuddin AB menegaskan peran strategis LDF Al-Wasathiyah sebagai garda terdepan dalam penguatan nilai-nilai religius di lingkungan kemahasiswaan FDK.
Prof. Syamsuddin bersyukur karena kiprah LDF Al-Wasathiyah selama ini berada di garis terdepan dalam penguatan aspek religius di lembaga kemahasiswaan FDK.
"Banyak program keislaman lahir dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus periode sebelumnya serta berharap kepengurusan baru dapat tampil lebih agresif dan inovatif dalam menjalankan program pembinaan mahasiswa.
Baca Juga: Pelajar Makassar Bersih-Bersih Kawasan CPI, Gerakan ASRI Didorong Jadi Budaya Lingkungan
Menurutnya, pengembangan program kerja perlu terus dilakukan, tidak hanya pada aspek keislaman, tetapi juga pada ranah kebudayaan, sosial, dan seni.
Selain itu, Prof. Syamsuddin menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga kemahasiswaan.
“Saya berharap pada periode 2026 ini tercipta kekompakan yang nyata. Setiap kegiatan Al-Wasathiyah idealnya mendapat dukungan dan kehadiran pengurus lembaga mahasiswa lainnya. Kolaborasi adalah kunci,” tambahnya.
Ia juga mengajak LDF Al-Wasathiyah untuk terus menghidupkan budaya keislaman di kampus, salah satunya dengan membiasakan salat berjamaah saat azan berkumandang, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di kalangan mahasiswa.
***




