POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran Haji Furoda.
"Kami berharap warga Sulawesi Selatan jangan mudah tergoda, jangan mudah terbius oleh oknum-oknum di luar sana. Jangan mudah tertipu oleh orang yang menjanjikan membayar hari ini, berangkat tahun ini. Itu tidak betul," tegas Ikbal Ismail kepada wartawan di Makassar, Selasa (25/11/2025).
Ikbal Ismail menegaskan bahwa pada musim haji 2025, tidak ada jamaah yang dapat lolos masuk ke Kota Makkah tanpa visa haji resmi, dan banyak calon jamaah yang menjadi korban namun enggan melapor.
Baca Juga: PWNU Sulsel Serukan Keteduhan Sikapi Dinamika Internal PBNU, Simak 4 Imbauan kepada Warga NU
"Banyak korban di luar sana, tapi mereka tidak mau melapor. Jangan sampai Bapak Ibu menjadi korban berikutnya," ujar Ikbal Ismail.
Pada kesempatan yang sama, Ikbal Ismail menjelaskan pembagian kuota haji untuk jemaah haji tahun 2026.
Ia mengatakan, kuota haji tahun 2026 ditentukan berdasrkan daftar tunggu. Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang mengacu pada jumlah penduduk muslim.
Baca Juga: Babinsa Sertu Agus Raih Penghargaan Bupati Maros pada Hari Guru Nasional
"Karena berdasarkan daftar tunggu, maka jemaah haji yang sudah dipersiapkan untuk berkangkat, ternyata ada sebagian kabupaten kota, yang tidak masuk di dalam pemberangkatan 2026. Jadi harus sabar menunggu, semoga ada hikmahnya," ungkapnya.
Meski demikian, Ikbal Ismail mengklaim bahwa penentuan kuota 2026 tentu menguntugkan Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menyebut ada kenaikan kuota yang didapatkan pada musim haji tahun 2026.
"Karena pembagian daftar tunggu, ini sangat menguntungkan Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan yang sebelumnya mendapatkan kuota 7.272. Dengan berbasis daftar tunggu, alhamdulillah Sulsel mendapatan kuota 9.670," ungkapnya.
Baca Juga: Mencari Ruhul Mudarris: Refleksi Hari Guru Nasional di Tengah Memudarnya Jiwa Pendidik
Hanya saja, kata dia, harus diakui bahwa hanya beberapa daerah yang naik signifikan. Tapi ada juga beberapa daerah yang turun.
"Karena itu tadi basicnya yang berbeda. Karena pembagian sesuai dengan pendaftar 2011 yang lalu," kata dia.
***




