POJOKSULSEL, TAKALAR - Usaha Abon Cakalang di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, terbentuk berkat pendampingan tim dosen Universitas Almarisah Madani melalui Hibah PKM Kemristekdikti RI 2025.

Tim dosen Universitas Almarisah Madani di balik lahirnya usaha Abon Cakalang Bontolebang berada di bawah komando Suherli S.IKom., M.IKom selaku dosen ilmu komunikasi.

Adapun anggota tim Universitas Almarisah Madani pada pendampingan usaha Abon Cakalang Bontolebang, yaitu Muhammad Taslim, S.I.Kom., M.I.Kom. (Dosen Ilmu Komunikasi) dan Luqman Fanani MZ, S.Kom., M.Kom. (Dosen Sistem Informasi).

Kegiatan yang berlangsung sejak 10 September hingga 2 November 2025, juga melibatkan dua mahasiswa pendamping, yaitu Wiwik Sri Muningsi (Ilmu Komunikasi) dan Surayya Luthfa (Sistem Informasi).

Baca Juga: Prof Jamaluddin Jompa Bersyukur Usai Didukung Mayoritas Senator Unhas, Ini Katanya!

Suherli menjelaskan, bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan selama hampir dua bulan, bertujuan untuk membantu keluarga nelayan mengolah ikan cakalang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

"Kami ingin mereka memiliki usaha baru yang mandiri, berdaya saing, dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanfaatkan hasil laut," kata Suherli.

Muhammad Taslim menjelaskan bahwa materi pendampingan yang dilakukan oleh tim Universitas Almarisah Madani, berupa pelatihan pemasaran digital, mulai dari pembuatan konten, caption menarik, hingga tips promosi di media sosial.

Sementara itu, Luqman Fanani membimbing mitra dengan merancang desain kemasan agar produk terlihat menarik dan professional.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Prof Jamaluddin Jompa Tertinggi, Ini 3 Calon Rektor Unhas Periode 2026-2030

Pada sesi praktik, Suherli bersama instruktur mendampingi para mitra dalam proses pembuatan abon, mulai dari pengolahan ikan cakalang hingga menjadi produk siap saji.

Peserta juga diajarkan teknik memasak yang tepat, menjaga kebersihan, serta cara pengemasan agar produk terlihat menarik dan tahan lama.

Keluarga nelayan yang sebelumnya belum terlalu paham teknik pembuatan abon dan strategi pemasaran terlihat antusias.

Salah satu anggota perwakilan kelompok, Ayu Daeng Kebo, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pendampingan yang dilakukan tim Universitas Almarisah Madani.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami diajari membuat abon sekaligus mendapatkan materi pemasaran di media sosial. Sekarang kami punya bekal untuk memasarkan abon yang kami buat langsung di media sosial. Kami juga sangat senang karena mendapatkan alat membuat abon yang akan sangat berguna untuk kami," ungkapnya.

Kini, Kelurahan Bontolebang tidak hanya dikenal sebagai pusat tangkapan ikan, tetapi juga menjadi wadah kreativitas dan inovasi keluarga nelayan yang siap bersaing secara digital.

Program ini membuktikan bahwa pendampingan kampus mampu mengubah potensi lokal menjadi peluang usaha nyata, sekaligus memperkuat kemampuan keluarga nelayan dalam pengolahan dan pemasaran produk secara digital.

Tim pengabdian menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, sehingga seluruh kegiatan ini berjalan sukses dan berdampak nyata bagi masyarakat.

***