POJOKSULSEL, MAKASSAR - Almarhum Rusdamdiansyah alias Dandi (26) meninggal di RS Kemenkes CPI pada Sabtu (30/8/2025). Ia adalah salah satu korban massa unjuk rasa di depan Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo pada Jumat (29/8/2025) malam.
Dandi diduga menjadi korban pengeroyokan massa unjuk rasa sekitar pukul 19.00 Wita. Keluarga menerima kabar pukul 20.00 Wita.
Reza selaku ipar Dandi, mengatakan, informasi awal dari RS Ibu Sina menjelaskan bahwa Dandi mengalami kecelakaan. Kondisnya kritis di IGD.
"Info awal kecelakaan. Tapi saya kan posisi masih di Kantor. Nah pada saat saya bilang, tunggu saya ke sana. Saya sempat bertanya, kecelakaan karena apa, kok sampai nda sadarkan diri?" kata Dandi kepada wartawan Senin (1/9/2025).
Baca Juga: Dinkes Sulsel Pastikan Layanan RS Tetap Maksimal Usai Redistribusi 800 Nakes
Reza mulai curiga bahwa Dandi tidak kecelakaan saat mendapati lalu lintas sepi dan ujung jalan AP Pettarani ditutup gara-gara unjuk rasa.
Setelah keluarga tiba di RS, dokter menyampaikan bawah Dandi menjadi korban pengeroyokan massa unjuk rasa.
Korban mengalami pendarahan hebat di bagian otak, luka memar di tangan, hingga mata bengkak. Reza menduga bahwa korban juga diseret dan terkena benturan benda tumpul
"Keterangan dokter terjadi pendarahan di otak sudah membesar sama retak tengkorak kepala, mungkin benturan benda tumpul. Ada lebam di tangan, kayak terseret ini anak. mata juga lebam," ungkap Reza.
Baca Juga: Zulfajri Basri Hasanuddin Jadi Bacalon Keenam Rektor Unhas, Punya Rekam Jejak 8 Tahun di Unsulbar
Ia menjelaskan, Dandi yang sehari-hari beprofesi sebagai driver ojek online (ojol) Grab tidak berkativitas karena ada unjuk rasa di beberapa titik di Kota Makassar pada Jumat sore.
"Kan kejadiannya saya perkirakan ini anak dikeroyok sudah magrib. Karena baru keluar rumah jalan kaki itu sekitar setengah 6 sore," kata Reza
Ia mengatakan, Dandi kemudian dirujuk ke RS Kemenkes CPI karena kondisinya yang membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit pusat Otak Jantung dan Kanker milik Kemenkes di kawasan CPI.
Reza menjelaskan, Dandi mengalami kritis di RS Kemekes CPI Makassar pada Sabtu (30/8/2025) pukul 01.00 dini hari.
"Di jam satu malam (Sabtu dini hari) sempat dia kritis, dan langsung ditindaki di operasi. Sempat dioperasi," katanya.
Korban meninggal pada Sabtu pagi di ICU RS Kemenkes dalam masa pemulihan pasca operasi.
Reza berharap agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban massa unjuk rasa.
"Akibat kejadian ini, cukup saudara saya yang seperti ini, Jangan sampai ada Dandi kedua, Dandi ke tiga. Jangan sampai ada itu," katanya. ***




