POJOKSULSEL, MAKASSAR - Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) memperkenalkan dua inovasi baru.

Dua inovasi berkelanjutan lahir dari hasil pemetaan potensi daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel). PNUP ingin terus berdampak bagi masyarakat.

Dua inovasi riset terapan terbaru PNUP adalah pabrik briket dan mesin penebar pakan otomatis.

Koordinator Tim riset pengembangan pabrik briket, Baso Nasrullah, menilai, riset yang sedang dikerjakannya memiliki dampak luas di masyarakat atau industri.

Baca Juga: RS UIN Alauddin Jadi Rumah Sakit Pertama Kementerian Agama RI, Ini Pesan Menag RI

"Bukan hanya sekadar riset. Tapi kami coba implementasi di masyarakat atau industri karena betul-betul pengembangan dan berdampak pada masyarakat," kata Baso Nasrullah kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).

Gagasan besar di balik hadirnya pabrik briket yaitu pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomis tinggi.

Permasalahan penumpukan limbah pertanian selama ini menjadi tantangan bagi petani kelapa di berbagai daerah.

Pabrik kriket itu sudah menarik minat dari industri di Kabupaten Pinrang. Mereka bahkan sudah ingin melakukan uji coba penggunaan pekan depan.

Baca Juga: Sebuah Kontroversi Klasik: Mengapa Mendaki Gunung?

"Ini membantu mereka survive sehingga bisa mengembangkan produk yang dapat bersaing di tingkat global," katanya.

Ia menjelaskan, proses desain dan pembuatan pabrik briket melibatkan mahasiswa PNUPNdan siswa SMKN 2 Parepare dan SMKN 2 Makassar.

Proses kolaborasi riset bertujuan memberikan dampak lebih besar pada pengetahun dan pengalaman kepada masiswa dan siswa SMK.

Ia mengatakan, para mahasiswa dan siswa terlibat langsung dalam proses desain hingga pembuatan mesin briket.

Pabrik briket memberikan dampak positif kepada masyarakat serta pengembangan kemampuan mahasiswa dan siswa SMK melalui riset terapan.

Sementara itu, Koordinator tim pengembang mesin pakan otomatis, Abdul Kadir Muhammad, riset terapan tersebut juga melibatkan siswa SMKN 5 Makassar.

Ia menjelaskan, mesin pakan otomatis itu dioperasikan dengan energi surya. Mesin itu juga memiliki fungsi lain, seperti memantau pH air, kadar oksigen terlarut, suhu, dan ketinggian air secara otomatis.

Abdul Kadir Muhammad, mengatakan, Pembudidaya dapat memantau kondisi tambak mereka melalui aplikasi mobile yang user-friendly, bahkan dari jarak jauh.

Baca Juga: Dinkes Sulsel Gandeng Kemenag dan UIN Alauddin Sosialisasi Sertifikasi Halal Faskes

"Kami tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, riset terapan mesin pakan ikan otomatis itu juga memiliki dampak pengembangan pengetahuan dan teknologi bagi mahasiswa PNUP dan siswa SMK magang.

Sebab, mereka telah terlibat langsung mulai dari proses desain hingga pembuatan.

Pada kesempatan itu, Abdul Kadir Muhammad menjelaskan, bahwa dua riset terapan terbaru PNUP itu dibiayai oleh LPDP bekerjasama Kemenditisaintek.

Baca Juga: Prof Hattah Fattah Beber Peran Aktif UMI Kolaborasi Riset di Kawasan ASEAN

PNUP mampu meloloskan dua riset. Terbanyak di Sultanbatara. Polipangkep, Politeknik Bosowa, dan Politeknik Bombana, masing-masing dapat satu riset terapan yang didanai SPDP.

"Itu dari total 20 lebih usulan yang masuk,"katanya.

Abdul Kadir Muhammad, yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat PNUP, menengaskan komitmen PNUP sebagai kampus berdampak.

Ia mengatakan, tidak kurang dari 150 kegiatan penelitian yang dihasilkan PNUP setiap tahunnya. Itu dibiayai oleh kampus.

"70 hingga 80 kegiatan itu berupa pengabdian kepada masyarakat yang sifatnya hibah kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, PNUP sendiri telah memiliki sejumlah desa binaan yang tesebar di Kabupaten Maros, Gowa, Takalar, serta Kota Parepare.

***