POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemprov Sulsel terus berupaya mengendalikan inflasi menyambut Natal dan Tahun Baru. Di antara upaya yang dilakukan adalah operasi pasar.
Operasi pasar Pemprov Sulsel dalam rangka menyambut natal dan tahun baru mulai dilakukan pada hari ini, Selasa (12/12/2023).
Pj Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad mengatakan, gerakan pangan dan operasi pasar akan dilakukan beberapa titik yang diharapkan juga bisa dilakukan oleh kabupaten/kota.
"Untuk itu, menjelang Natal dan Tahun Baru ini, Sulsel Insyaallah bahan pangan tercukupi," kata Andi Muhammad Arsjad saat memimpin Rakor tindak lanjut inflasi daerah, Senin (11/12/2023).
Baca Juga: Maskapai Penerbangan Mana yang Menyediakan Makanan Terenak? Ini 7 Daftarnya!
Andi Muhammad Arsjad, berharap agar Rakor tindak lanjut inflasi daerah, menjadi kesiapsiagaan menyambut Natal dan Tahun Baru.
Pemprov Sulsel, kata dia, harus siaga dalam mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru, seperti lonjakan harga bahan pokok.
"Kami tadi sudah menyampaikan ke OPD terkait untuk melihat data yang ada di tiga tahun terakhir ini termasuk ketersediaan, dan data terkait harga yang nantinya kita akan cermati, dan analisa, supaya kalaupun terjadi lonjakan harga, kita sudah siap," ujar Andi Muhammad Arsjad.
Pada kesempatan itu, ia menyarankan kepada satgas pangan membuat stiker untuk mengingatkan kepada distributor dan pelaku usaha, supaya tidak melakukan penimbunan bahan pangan.
Baca Juga: Perempuan Dominasi Daftar Calon Anggota KPPS Hari Pertama pada 14 Kecamatan di Kota Makassar
"Dan nantinya stiker itu akan ditempel di toko-toko distributor yang ada di Makassar," kata Andi Muhammad Arsjad.
Sementara itu, Kabag Sarana Perekonomian dan Sumber Daya Alam Biro Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Abdul Aziz Bennu, mengatakan, Rakor tindak lanjut inflasi daerah bertujuan untuk menindaklanjuti arahan Pj Gubernur Sulsel, terkait hasil peninjauan di beberapa gudang distributor gula pasir dan minyak goreng di PT KIMA, dan beberapa bahan pokok lainnya.
"Rapat ini untuk mengecek seperti apa ketersediaan di beberapa distributor tersebut dan langkah-langkah yang harus diambil," ucap Aziz Bennu.
Baca Juga: Buka Turnamen Sepakbola Kambisa Cup IV, Bupati Luwu Utara Tekankan Pembinaan
Pada intinya, kata Aziz Bennu, dari hasil rapat ini, kembali diadakan rapat bersama dan mengundang para distributor.
Kemudian membuat surat edaran bijak berbelanja dan larangan penimbunan barang-barang yang menjadi komoditi penyumbang inflasi. Termasuk melakukan gerakan pasar murah secara masif.
"Kita berharap agar melibatkan CSR. Dinas Ketahanan Pangan akan melaksanakan pasar murah di 52 titik," ungkapnya. ***




