POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan satu unit kapal gratis bertajuk Pete Pete Laut, siap beroperasi pada akhir tahun 2025 untuk melayani transportasi laut antar pulau.

Program Pete Pete Laut menjadi jawaban atas kebutuhan dasar warga pulau Kota Makassar yang selama ini bergantung pada transportasi laut dengan biaya tinggi dan jadwal terbatas.

Kepala Bidang Angkutan Umum dan Prasarana Dishub Kota Makassar, Jusman, menyebut kehadiran kapal Pete Pete Laut sangat strategis bagi masyarakat pulau.

"Program Pete-pete Laut ini merupakan program prioritas Wali Kota Makassar, Pak Munafri. Kapalnya sudah ada dan siap beroperasi tahun ini untuk melayani saudara-saudara kita di pulau,” ujar Jusman.

Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap PMB PTKIN 2026, Catat Tanggal SPAN dan UM PTKIN

Kapal yang disiapkan bernama KM Banawa Nusantara 27, berbahan kayu, dengan kapasitas angkut sekitar 20 hingga 25 penumpang. Kapal ini akan menjadi armada awal dalam pelaksanaan layanan transportasi laut gratis tersebut.

Untuk tahap awal, Dishub Makassar merancang dua skema perjalanan atau trip. Trip pertama difokuskan pada jalur dengan jarak relatif dekat, yakni dari Pelabuhan Kayu Bangkoa menuju Pulau Lae-lae, Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo, lalu kembali ke Makassar melalui rute yang sama.

“Trip pertama ini direncanakan beroperasi setiap hari dan menjadi uji coba awal karena jaraknya sesuai dengan kapasitas kapal,” jelas Jusman.

Sementara itu, trip kedua disiapkan untuk menjangkau pulau-pulau terluar dengan jarak tempuh lebih jauh, mulai dari Barrang Lompo menuju Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, hingga Pulau Bone Tambu.

Baca Juga: Pegang Rekor Guru Besar Terbanyak, UMI Jadwalkan Pengukuhan 6 Profesor Dua Hari Berturut-Turut

Namun, untuk tahap awal operasional, Dishub masih memfokuskan pelayanan pada trip pertama sambil menunggu hasil kajian lanjutan terkait jalur pelayaran, waktu tempuh, dan faktor keselamatan.

“Karena kapasitas kapal masih terbatas, untuk sementara kami fokuskan di track satu sebagai uji coba,” tuturnya.

Terkait jadwal dan jam operasional, Jusman menyebutkan masih dalam tahap pengkajian. Meski demikian, secara teknis kapal telah siap dan tinggal menunggu penyelesaian perizinan.

Dishub Makassar juga akan melakukan survei lapangan secara menyeluruh, termasuk survei teritorial dan jalur pelayaran, untuk memastikan layanan berjalan aman dan efektif.

“Kami akan hitung secara detail waktu tempuh dari satu pulau ke pulau lain, termasuk waktu kembali ke Makassar. Ini penting agar layanan berjalan optimal,” tambahnya.

Pemkot Makassar juga telah menganggarkan penambahan dua unit kapal pada 2026, sehingga total armada nantinya menjadi tiga unit.

“Kalau sesuai rencana, totalnya nanti ada tiga kapal. Ini tentu akan sangat membantu meningkatkan jangkauan dan frekuensi layanan ke pulau-pulau,” ungkap Jusman. ***