POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman segera memasuki masa purnabakti. Masa jabatannya berakhir pada awal Oktober 2026.

Pemprov Sulsel pun mulai menyiapkan pengganti sementara Jufri Rahman.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Erwin Sodding mengatakan, Pemprov Sulsel akan mengusulkan satu nama kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjadi Penjabat atau Pj Sekda Sulsel untuk menggantikan Jufri Rahman.

"Pak Gubernur akan mengirimkan satu nama calon Pj Sekda Sulsel ke Kemendagri untuk diajukan sebagai Pj Sekda Sulsel," kata Erwin.

Namun, Erwin belum mengungkap sosok yang disiapkan untuk mengisi posisi tersebut.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama Sepanjang 2027

"Yang jelas Eselon IIA," ujarnya.

Di tengah persiapan pergantian Sekda, Jufri Rahman telah menjalani salah satu momen terakhirnya sebagai Sekda Sulsel.

Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Pemprov Sulsel, Kamis (17/9/2026), menjadi momen terakhir Jufri mengikuti upacara dalam kapasitasnya sebagai Sekda Provinsi Sulsel sebelum memasuki masa purnabakti.

Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sulsel, Jufri menyampaikan pesan reflektif setelah hampir 40 tahun mengabdi sebagai birokrat.

Jufri mengatakan, peringatan HKN kali ini memiliki makna berbeda baginya. Menurut dia, setiap perjalanan pengabdian memiliki waktunya masing-masing.

Baca Juga: Laupa Dilantik Jadi Kepala Kemenag Polewali Mandar, Adnan Nota Bicara Soal Jabatan, Begini Pesannya

"Karena hari ini, di tempat yang sama, di hadapan orang-orang yang sama-sama, saya berdiri dengan kesadaran bahwa setiap perjumpaan pada akhirnya akan menemukan kata selesai, dan setiap pengabdian pada waktunya akan sampai pada kata purna," ujar Jufri.

Meski masa jabatannya segera berakhir, Jufri menegaskan bahwa berakhirnya jabatan bukan berarti berakhir pula pengabdiannya kepada daerah dan masyarakat.

"Yang berakhir itu adalah jabatan, bukan pengabdian. Yang selesai adalah masa kedinasan, bukan kecintaan kepada Sulawesi Selatan. Yang berubah adalah ruang pengabdian, bukan niat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Jufri mengawali karier sebagai birokrat pada 1986 dari golongan II/a. Hampir empat dekade menjalani karier di pemerintahan, ia mengaku berupaya memegang prinsip integritas, bekerja dengan ikhlas, dan berserah kepada Allah SWT.

Menurut Jufri, ASN pada dasarnya harus berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Birokrasi, kata dia, bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara.

"Karena itu, selama menjalankan amanah sebagai Sekretaris Daerah, bahkan dalam sepanjang karir, saya berusaha memegang satu prinsip, bahwa jabatan adalah amanah dan kita harus menganggap bahwa pengabdian adalah ibadah," tuturnya.

Di hadapan ASN Pemprov Sulsel, Jufri juga menyampaikan permohonan maaf atas perjalanan panjangnya selama berada di pemerintahan.

Ia menyadari bahwa seluruh perjalanan tersebut tidak pernah dijalani seorang diri.

Baca Juga: Jelang Musim Tanam Padi 2026–2027, Pemkot Parepare Andalkan Tudang Sipulung

"Perjalanan saya di pemerintahan ini saya sadar tidak pernah menjadi perjalanan seorang diri. Di belakang setiap kebijakan ada kerja keras banyak orang, di balik setiap keberhasilan ada tangan-tangan yang mungkin tidak terlihat, dan di balik setiap capaian ada kesabaran, pengorbanan, dan doa dari banyak orang," katanya.

Jufri kemudian menyoroti peran ribuan ASN yang bekerja di balik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

"Di balik seorang Sekretaris Daerah ada ribuan ASN yang ikhlas setiap hari bekerja dalam senyap, menikmati sunyi bersama tugas-tugasnya untuk memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan, pelayanan tetap diberikan, dan masyarakat tetap mendapatkan haknya," pungkasnya.

Menutup sambutannya, Jufri menyampaikan terima kasih kepada jajaran ASN Pemprov Sulsel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

"Izinkan saya menyampaikan satu kata yang sederhana tapi sungguh keluar dari hati. Satu kata itu adalah terima kasih.

Terima kasih atas semua kebersamaan kita selama ini. Terima kasih atas loyalitas dan teman-teman yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian saya kepada Sulawesi Selatan," pungkasnya.

***