POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ujian berat datang di tengah puncak ibadah haji. Anisah Naharuddin, jemaah haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, harus menelan kenyataan pahit saat hendak melaksanakan lempar jumrah di Mina. Ia menerima kabar bahwa rumahnya di kampung halaman terbakar habis.
Kendati hati hancur, Anisah Naharuddin yang tergabung dalam Kloter 6 UPG itu memilih untuk tetap tabah. Tangis sempat pecah, namun keimanan menguatkan langkah jemaah haji asal Soppeng itu untuk menyempurnakan rukun Islam kelima tersebut.
“Saya tidak bisa berkata-kata saat pertama dengar kabarnya. Tapi saya tahu, ini semua kehendak Allah. Saya ikhlas. Mungkin ini adalah ujian agar saya lebih mendekat kepada-Nya,” tutur Anisah Naharuddin, di Asrama Haji Sudiang Makassar.
PBaca Juga: Innalillahi... Guru Meninggal saat Persiapan Perkemahan Pramuka di Polman
Alih-alih larut dalam duka, Anisah memaknai musibah itu sebagai ujian dari Sang Pencipta.
Baginya, kehilangan harta bukan akhir segalanya. Yang terpenting, ia bisa menyelesaikan ibadah haji dengan khusyuk.
“Saya serahkan semuanya kepada Allah. Semoga rumah bisa dibangun kembali, dan semoga saya pulang membawa haji yang mabrur,” ujarnya lirih, sembari mengusap air mata.
Baca Juga: Pemkot Parepare Kawal Serius Pengangkatan PPPK, Efektif Mulai Juli 2025
Kisah Anisah menjadi cerminan keteguhan seorang jemaah dalam menghadapi cobaan. Haji tak hanya menuntut kesiapan fisik dan materi, tetapi juga keteguhan batin.
Dalam balutan ikhlas dan sabar, Anisah menunjukkan bahwa kekuatan iman adalah bekal utama dalam perjalanan suci menuju Tanah Haram.
***




