POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Makassar resmi dimulai dengan rombongan asal Soppeng. Kloter pertama tiba di Asrama Haji Makassar pada Selasa (21/4/2026) pagi.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyebut jemaah haji Kabupaten Soppeng mendapat keistimewaan dengan menjadi kloter pertama Embarkasi Makassar yang berangkat penuh pada musim haji 2026.
Selain itu, Selle KS Dalle mengatakan, Kabupaten Soppeng masuk dalam empat empat besar kabupaten dengan jumlah terbanyak di Sulawesi Selatan, yaitu 961 kuota.
"Ini pertama kalinya kami berangkat di kloter pertama secara penuh,” katanya.
Ia menyoroti kehadiran langsung petugas imigrasi Arab Saudi di Embarkasi Makassar untuk melakukan pemeriksaan dokumen.
Baca Juga: Banyak Keluhan Mitra, Elang Tiga Hambalang Desak Perbaikan SPPG Maros
Skema ini dinilai mempercepat proses saat tiba di Tanah Suci meski membutuhkan waktu lebih panjang di awal.
“Makanya kami berangkatkan jemaah sejak tadi malam dan kami kawal sampai sekarang. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan jumlah jemaah tahun ini mencapai tiga kali lipat dari kuota normal sekitar 237 orang. Peningkatan ini berkaitan dengan upaya pengurangan daftar tunggu yang selama ini mencapai lebih dari 15 tahun.
“Soppeng masuk empat daerah dengan jemaah terbanyak bersama Bone, Wajo, dan Gowa. Rata-rata waktu tunggu di Sulsel sekarang sekitar 26 tahun,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan kloter pertama dijadwalkan berangkat pada Rabu (22/4/2026) pukul 03.20 Wita. Proses penerimaan dan pelepasan dilakukan lebih awal untuk menyesuaikan dengan layanan baru yang diterapkan.
“Ada dua layanan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pembagian nusuk yang sebelumnya di Mekkah, sekarang dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Makassar,” ujarnya.
Selain itu, pemeriksaan paspor oleh imigrasi Arab Saudi yang sebelumnya dilakukan di Jeddah atau Madinah kini dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin. Dengan skema ini, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan saat tiba di Arab Saudi.
“Dampaknya, ketika jemaah landing di Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerapan skema Makkah Route membuat proses persiapan lebih panjang sehingga jadwal pelepasan dimajukan ke pagi hari. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kendala teknis saat keberangkatan.
Pemeriksaan kesehatan juga diperketat, khususnya bagi wanita usia subur untuk memastikan tidak ada jemaah dalam kondisi hamil dengan usia tertentu. Jika ditemukan kehamilan dengan usia janin 16 hingga 24 minggu, maka jemaah tidak diberangkatkan.
Pada hari yang sama, Embarkasi Makassar juga dijadwalkan menerima kloter kedua pukul 11.00 Wita dan akan diberangkatkan pada Rabu (22/4/2026) pukul 07.05 Wita. ***




