POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 mengalami penyesuaian jadwal. Jika sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026, kini pelaksanaannya digeser menjadi Rabu, 14 Januari 2026.
Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya perubahan jadwal pemilihan Rektor Unhas Periode 2026-2030.
Ishaq Rahman menjelaskan, keputusan diambil Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unhas setelah mempertimbangkan dinamika agenda para anggota Majelis Wali Amanat (MWA), khususnya dari unsur eksternal.
“Perubahan jadwal ini dilakukan setelah PPR Unhas mencermati perkembangan situasi terkini, terutama terkait agenda anggota MWA dari unsur eksternal, serta adanya arahan terbaru dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Ketua MWA,” ujar Ishaq Rahman dikutip rilis resmi Humas Unhas.
Baca Juga: Pendaftar Pertama, Prof Andi Aderus Ungkap Misi Besarnya untuk IAIN Parepare
Meski terjadi penyesuaian waktu, lokasi pemilihan tetap dilaksanakan di Kampus Unhas Jakarta yang beralamat di Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Sebagaimana diketahui, anggota MWA Unhas yang memiliki hak suara dalam pemilihan rektor berasal dari unsur internal dan eksternal kampus. Dari unsur eksternal, terdapat pejabat tinggi negara yang menjadi anggota MWA secara ex-officio, serta tiga tokoh masyarakat.
Pejabat tinggi yang menjadi anggota MWA Unhas antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, serta Menteri Pertanian RI Dr Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Ketua Umum PP IKA Unhas. Selain itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga tercatat sebagai anggota MWA dari unsur eksternal.
Sementara dari unsur tokoh masyarakat, MWA Unhas diisi oleh Tony Wenas selaku CEO Freeport Indonesia, pengusaha nasional M Arsyad Rasjid, serta ilmuwan Prof Sangkut Marzuki.
Menurut Ishaq Rahman, penyesuaian jadwal ini diharapkan dapat memastikan seluruh anggota MWA yang memiliki hak suara dapat hadir dalam Rapat Terbuka Luar Biasa MWA yang menjadi rangkaian utama pemilihan rektor.
“Harapannya, dengan penyesuaian ini, seluruh anggota MWA dapat hadir sehingga proses pemilihan berjalan optimal dan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam wawancara Menteri Dikti Saintek Prof Brian Yuliarto dengan tiga calon Rektor Unhas pada 22 Desember 2025, sempat mengemuka wacana pemilihan rektor akan digelar pada pertengahan Januari 2026.
Setelah melalui konsultasi lanjutan dan penyesuaian agenda para anggota MWA, sempat disepakati tanggal 12 Januari 2026 sebelum akhirnya kembali mengalami penyesuaian menjadi 14 Januari 2026.
Terkait teknis pelaksanaan, PPR Unhas saat ini telah melakukan berbagai persiapan. Proses pemilihan merupakan bagian dari Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa MWA dalam rangka Pemilihan Rektor Unhas periode 2026–2030.
Agenda rapat akan diawali dengan pemaparan kertas kerja oleh tiga calon rektor, yakni Prof dr Budu, PhD, SpM(K), MMedEd, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc, serta Prof Dr Sukardi Weda, SS, MHum, MPd, MSi, MM, MSosI, MA.
Setelah pemaparan, akan dilakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab oleh anggota MWA yang dipandu Prof Dr Andi Pangerang Moenta sebagai moderator.
Selanjutnya, MWA akan menggelar rapat tertutup untuk menentukan apakah keputusan diambil melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara, sebelum akhirnya menetapkan Rektor Unhas terpilih periode 2026–2030. ***




