POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Kanwil Kemenag Sulsel telah bersiap menggelar pemantauan hilal di Makassar, untuk menentukan awal Ramadhan 2025.

Jadwal pemantauan hilal di Makassar sama dengan sejumlah daerah lainnya di Tanah Air. Yakni
Tanggal 28 Februari 2025 mendatang.

Yang terbaru, adalah lokasi pemantauan hilal di Makassar kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Fatmawati Rusdi Sebut Himpuni Miliki Peran Panting Wujudkan Astacita Presiden Prabowo

Jika sebelumnya Mall GTC Tanjung Bunga Makassar menjadi pemantauan hilal, namun tahun ini berbeda.

Lokasi yang dipilih pada Tanggal 28 Februari 2025 adalah Parkir P4 outdoor Delft Apartment Jalan Sunset Boulevard Blok 5B/16 Citraland City, Kawasan CPI Makassar.

Lokasi ini berada di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.

Baca Juga: MUI Sulsel Harapkan Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi Jadi Pemimpin Adil dan Amanah

Titik pemantauan hilal Makassar ini berdasarkan hasil pertemuan yang digelar Kanwil Kemenag Sulsel bersama Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulsel, Rektor UIN Alauddin Makassar, Kepala BMKG Sulsel, dan Ketua Badan Hisab Rukyat Sulsel.

Selain pembahasan titik pemantauan hilal di Makassar, juga dibahas persiapan Rukyatul Hilal atau pemantauan hilal awal Ramadhan 2025, yang nantinya akan diteruskan ke Sidang Isbath di Jakarta.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais) Kanwil Kemenag Sulsel Abd Gaffar menerangkan, pemantauan hilal ini sebagai bahan pemantauan dari seluruh daerah di Tanah Air, yang nantinya akan dibahas di Sidang Isbath.

Baca Juga: Potret Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Hadiri Acara Himpuni, Agenda Perdana Pasca Dilantik

Jika penentual awal Ramadhan 2025 sudah ditetapkan, maka Kanwil Kemenag Sulsel segera merilis jadwal Imsakiyah Ramadhan 2025 untuk seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

Pemantauan hilal atau rukyatul hilal adalah proses pengamatan bulan sabit pertama (hilal) setelah bulan baru (konjungsi) sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah.

Pemantauan hilal bertujuan untuk menentukan awal bulan kamariah, seperti Ramadhan dan Syawal.

Hal ini penting karena ibadah-ibadah dalam agama Islam, seperti puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, terkait erat dengan penanggalan Hijriah.

***