POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar segera meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi pelajar. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2025.
Program ini merupakan salah satu janji kampanye unggulan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, yang diusung dengan tagline MULIA.
Baca Juga: Pelajar Putri SMP Diduga Alami Perundungan di Kabupaten Gowa, Direkam Teman Pelaku
“Seragam sekolah gratis segera kita terapkan. Ini sudah mau masuk tahun ajaran baru dan program ini menjadi prioritas kami,” ujar Munafri.
Peluncuran program, kata Munafri, nantinya akan diawali dengan seremoni launching, kemudian diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah.
Baca Juga: Rusdi Hartono Pimpin Sertijab Akbar, Ini Daftar 5 PJU Serta 12 Kapolres Baru Polda Sulsel
Munafri pun menyebut saat ini tim Pemkot tengah menyusun mekanisme distribusi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kalau tahapan penyusunan polanya rampung, kita langsung launching,” terang Munafri.
Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan program seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026.
Baca Juga: Bupati Maros Hadiri Mubes KKSS dan PSBM 2025 di Makassar
Munafri menjelaskan, dalam pelaksanaannya, seragam tidak akan diberikan dalam bentuk pakaian jadi, melainkan berupa kain. Nantinya, orang tua siswa akan membawa kain tersebut ke penjahit lokal untuk dijahit sesuai ukuran anak masing-masing.
“Orang tua tidak perlu repot mencari seragam. Kainnya disiapkan, tinggal dibawa ke tukang jahit. Anak diukur, lalu masuk sekolah sudah dengan baju baru,” terang Munafri.
Untuk tahap awal, program ini akan menyasar siswa baru di sekolah negeri. Pemkot Makassar saat ini masih melakukan perhitungan detail terkait kebutuhan anggaran.
“Anggarannya sedang dihitung. Nantinya penerima akan dipilih berdasarkan kriteria tertentu,” ujarnya.
Munafri juga menekankan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan siklus ekonomi baru di tingkat lokal, serupa dengan konsep makan siang gratis yang menggandeng pelaku usaha kecil.
“Kalau program makan siang gratis melibatkan banyak pengusaha, maka program seragam ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh penjahit lokal,” tutupnya.
Selain seragam, enam program lainnya, yakni gratis iuran sampah, gratis pemasangan instalasi air bersih, pembangunan stadion bertaraf internasional, program jaminan sosial ‘Mulia Berjasa’, pengembangan ‘Mulia Super Apps’, serta pendirian Mulia Creative Hub di setiap kecamatan. ****



