POJOKSULSEL, MAKASSAR - Unhas kembali mengukuhkan tiga guru besar atau profesor Fakultas Teknik, Masing-masing adalah:

Prof Dr. Eng. Ir. Jalaluddin, ST., MT., adalah profesor Unhas dalam bidang ilmu alat penukar kalor, Fakultas Teknik Unhas.

Prof. Dr. Eng. Tri Harianto, ST, MT., adalah profesor Unhas dalam bidang ilmu mekanika tanah, Fakultas Teknik.

Prof. Dr. Ir. Arifuddin, M.T, adalah profesor Unhas yang dikukuhkan dalam bidang ilmu Perencanaan dan Perancangan Kota, Fakultas Teknik.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Nunung Dasniar Minta Pemkot Jalankan Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan proporsi guru besar Unhas lebih tinggi daripada dosen lainnya. Hal ini membuat Unhas menjadi universitas dengan profesor terbanyak di Indonesia.

"Saya berharap tetap meneliti dan menjadi problem solver sebagai insiyur teknik yang menciptakan inovasi-inovasi baru yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Prof Jamaluddin Jompa.

Prof Tri Harianto menyampaikan pidatonya yang berjudul Rekayasa Perbaikan Tanah Berwawasan Lingkungan dalam Mendukung Infrastruktur Geoteknik Berkelanjutan.

Prof Tri Harianto menjelaskan,seiring perkembangan infrastruktur yang pesat, menjadikan pembangunan khususnya dalam bidang konstruksi juga semakin tinggi kebutuhannya.

Baca Juga: Taufan Pawe Silaturrahim dengan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, Ini yang Dibahas

Prof Tri Harianto mengatakan, perkembangan infrastruktur geoteknik menghadapi tantangan yang cukup tinggi.

Umumnya Indonesia berada di daerah rawan bencana sehingga dituntut adanya inovasi teknologi geoteknik dalam mengatasi hal tersebut.

Prof Jalaluddin menyampaikan pidatonya yang berjudul Rekayasa Teknologi Alat Kalor Penukar Kalor Untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan.

Baca Juga: Trio Pemain Asing Absen Latihan Terkahir PSM Makassar Jelang Lawan Barito Putera

Prof Jalaluddin menjelaskan, kebutuhan energi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan laju pertumbuhan penduduk.

Sumber energi yang andal dan terjangkau merupakan penopang dan prasyarat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Heat Exchanger atau alat penukar kalor merupakan suatu peralatan yang memfasilitasi pertukaran kalor antara dua atau lebih fluida yang mempunyai temperatur berbeda ataupun perpindahan kalor dari suatu sumber kalor.

Rekayasa teknologi alat penukar kalor khususnya yang memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti energi matahari dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk kebutuhan suplai air panas baik untuk kebutuhan residential. bangunan pemerintah dan komersial maupun industri.

Baca Juga: Pemeran Utama Film Rantemario, Ghita Putri Catleya, Gadis Cantik Blasteran Toraja-Enrekang-Jerman

Prof Arifuddin menyampaikan pidatonya yang berjudul Perencanaan dan Perancangan Kota Berbasis Sosio-Kultural.

Prof Arifuddin mengatakan, dinamika urbanisasi, memotivasi pembangunan fisik kota. Namun demikian, perlu upaya menjaga harmoni antara manusia, lingkugan buatan.

"Alam Kota bukan hanya suatu bentuk fisik formal semata, tetapi juga mengandung institusi manusia dan tempat kehidupan," ungkapProf Arifuddin. ***