POJOKSULSEL, MAKASSAR – Semangat juang mahasiswa dari seluruh Indonesia akan kembali menyatu di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sebagai tuan rumah PIMNAS, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan maskot resmi: To Panrita, seekor ayam jantan yang gagah dengan identitas lokal yang kental.
To Panrita yang digagas Unhas di PIMNAS bukan sekadar simbol. Sosok ayam jantan dipilih karena mewakili karakter petarung, sigap, dan cerdas – kualitas yang lekat pada semangat ilmiah dan kompetitif mahasiswa.
Nama Panrita sendiri bermakna cendekia atau orang berilmu dalam budaya Bugis-Makassar.
Baca Juga: Berpulangnya Dr Abdul Halik, Sosok Tenang di Balik 26 Tahun Pengabdian di UIN Alauddin
Peluncuran maskot ini turut disempurnakan dengan pengenalan logo resmi PIMNAS 2025, yang kaya makna dan sarat filosofi.
Setiap elemen visual dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, dan semangat inovasi. Berikut makna di balik simbol-simbol tersebut:
1. Monumen Mandala
Simbol penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya dalam operasi pembebasan Irian Barat tahun 1962.
Dalam PIMNAS, ini mempresentasikan semangat perjuangan dan nasionalisme, semangat juara mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membebaskan bangsanya dari ketertinggalan;
Baca Juga: Innalillahi... Dosen FDK UIN Alauddin Dr Abdul Halik Meninggal, Akan Dimakamkan di Polewali Mandar
2. Rumah Tongkonan
Melambangkan kekeluargaan dan kolaborasi antar tim peserta. PIMNAS bukan hanya kompetisi, melainkan wadah bertukar gagasan dan membangun jejaring antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi;
3. Pensil yang terdapat tulisan Lagaligo
Sebagai symbol ilmu pengetahuan dan kreativitas. Lagaligo merupakan epos sastra terpanjang dunia dari Sulsel, dengan tokoh utama I Lagaligo, menekankan akar budaya local dalam setiap inovasi berbasis ilmu pengetahuan.
4. Kapal Pinisi
Mewakili semangat penjelajah ulung pelaut Bugis Makassar. Dalam konteks PIMNAS, kapal ini menggambarkan peran mahasiswa sebagai nahkoda, yang mengarahkan inovasi Indonesia menuju masyarakat benua maritim yang Sejahtera.
5. Passapu
Topi khas Makassar yang melambangkan keagungan, kearifan local, serta kesiapan mental peserta dalam menyalurkan ide untuk berdampak bagi kemajuan bangsa
6. Geopark Maros Pangkep
Berisi lukisan prasejarah tertua di dunia.
Baca Juga: Pengangguran Lulusan PT di Maros Tembus 5.826 Orang, Pemkab Siapkan Perda Ketenagakerjaan
7. Jabat tangan
Melambangkan PIMNAS bukan sekedar kompetisi, tetapi ruang sinergi untuk Indonesia yang lebih baik dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu;
8. Lippa Sabbe
Sarung sutera dengan pola tenunan yang rumit, mengingatkan peserta bahwa proses PKM itu membutuhkan ketelitian dan kesabaran, layaknya menenun benang menjadi mahakarya.
***




