POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Cabang Makassar mengumpulkan 95,6 kg sampah plastik di Pulau Gusung, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Minggu (27/8/2023).
95,6 kg sampah plastik yang dikumpulkan IMIKI Makassar pada saat melakukan bakti sosial di Pulau Gusung Makassar.
Bakti Sosial IMIKI Makassar di Pulau Gusung merupakan bagian dari kegiatan Family Gathering.
Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan IMIKI Cabang Makassar, Muh Zultamzil mengatakan, salah satu agenda Family Gathering adalah bakti sosial membersihkan Pulau Gusung.
Baca Juga: 3 September, Pidato Terakhir Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman Sebelum Masa Jabatan Berakhir
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan para peserta Family Gathering IMIKI Makassar didistribusi ke pengolahan daur ulang sampah di Makassar.
Hal itu dilakukan IMIKI Makassar karena sampah plastik tidak dapat terurai dan berbahaya bagi kehidupan biota laut
Menurut Zultamzil, Pulau Gusung Makassar sebagai salah satu tujuan wisata, masih belum menyediakan tempat sampah khusus.
Sehingga, kata dia, pemerintah, komunitas, masyarakat hingga mahasiswa, perlu berkolaborasi untuk mengedukasi pengunjung supaya tidak buang sampah sembarang tempat.
Baca Juga: Wiljan Pluim Tak Hadir Official Training Jelang Laga PSM Makassar vs Persis Solo
"Kalau kita lihat kondisinya sampah masih berserakan banyak, belum ada tempat sampah khusus juga disediakan," kata Zultamzil.
Zultamzil menjelaskan, sampah plastik sangat berbahaya bagi pulau yang aktifitasnya berdampingan dengan ekosistem laut.
Sehingga perlu didorong kesadaran bersama untuk menyelamatkan alam dari sampah plastik.
"Karena kita tahu bersama kalau sampah plastik ini berbahaya bagi hewan-hewan di laut jadi seharusnya para pengunjung sadar soal sampahnya masing-masing," ujar Zultamzil.
Baca Juga: Naik 2 Kali Lipat, Segini Harta Kekayaan Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo
Sementara itu, Ketua IMIKI Cabang Makassar Dafa Ainur berharap ke depan banyak aksi peduli lingkungan.
Baik itu dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat. Sehingga keberlanjutan lingkungan dapat berjalan dengan baik.
"Bukan hanya kami tapi ke depan akan ada banyak lagi aksi seperti ini untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup," kata Dafa. ***




