POJOKSULSEL, MAKASSAR - Lulusan terbaik Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Angkatan XI, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, Dipl.-Ing., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., kini dipercaya memimpin Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2024–2027.

Ilham Akbar Habibie menyelesaikan Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI pada 2022. Dua tahun kemudian, ia terpilih sebagai Ketua Umum PII dalam Kongres PII XXIII di Yogyakarta, Desember 2024.

Sebelum memimpin PII, Ilham Akbar Habibie telah memiliki pengalaman panjang di industri penerbangan Indonesia. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum PII periode 2021–2024.

Latar belakang akademiknya dibangun di Jerman. Ilham menempuh pendidikan teknik penerbangan di Technical University of Munich dan meraih gelar Diplom-Ingenieur pada 1987 dengan predikat cum laude.

Pendidikan akademiknya berlanjut hingga meraih gelar Doktor-Ingenieur (Dr.-Ing.) pada 1994 dengan predikat summa cum laude.

Baca Juga: Cuma 5 Bulan Belajar Cybersecurity, Santri Hafiz 30 Juz Pesantren Al Imam Ashim Temukan Celah NASA

Ilham kemudian memperluas kompetensinya di bidang manajemen melalui International Executive Program di INSEAD dan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di University of Chicago.

Pengalaman di bidang teknik dan manajemen tersebut kemudian membawanya terlibat dalam pengembangan industri penerbangan dan sejumlah sektor usaha.

Kembali ke Bangku Kuliah

Di tengah perjalanan profesionalnya, Ilham kembali menempuh pendidikan profesi di Indonesia.

Pada 2022, ia mengikuti Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI Angkatan XI. Program tersebut menjadi bagian dari proses penguatan kompetensi profesi keinsinyuran yang telah lama dijalaninya.

Baca Juga: 39 Daerah Irigasi Direhabilitasi, 54 Ribu Hektare Sawah di Sulsel Ditarget Bisa Tanam hingga 3 Kali

Ilham kemudian menyelesaikan pendidikan tersebut sebagai lulusan terbaik Program Profesi Insinyur UMI Angkatan XI.

Keterlibatannya di UMI juga menjadi bagian dari perjalanan pendidikan profesi yang mempertemukan pengalaman akademik dengan praktik keinsinyuran di lapangan.

Program Profesi Insinyur FTI UMI sendiri telah berjalan sejak 2016 dan menjadi salah satu program pendidikan profesi bagi para praktisi maupun akademisi di bidang keinsinyuran.

Fokus PII pada Reindustrialisasi

Sebagai Ketua Umum PII periode 2024–2027, Ilham membawa sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan profesi insinyur dan pembangunan industri nasional.

Salah satu agenda yang disampaikan dalam kepemimpinannya adalah reindustrialisasi menuju Indonesia Emas 2045.

Agenda tersebut menempatkan insinyur sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan industri, teknologi, sumber daya manusia, serta peningkatan nilai tambah ekonomi.

Dalam konteks tersebut, PII tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi profesional insinyur, tetapi juga mendorong keterlibatan profesi keinsinyuran dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: Persiapan Muswil Perdana ILUNI UI Sulsel Dimatangkan, Panitia Konsolidasi Alumni Universitas Indonesia

Perkuat Keinsinyuran di Daerah

Penguatan praktik keinsinyuran juga didorong melalui Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) yang dikembangkan PII bersama Kementerian Dalam Negeri.

Instrumen tersebut digunakan untuk melihat perkembangan praktik keinsinyuran dalam pembangunan di daerah.

Sejumlah sektor pembangunan membutuhkan keterlibatan keinsinyuran, mulai dari jalan, jembatan, air minum, sanitasi, energi, bangunan, transportasi hingga pengelolaan lingkungan.

Melalui penguatan tersebut, praktik keinsinyuran diarahkan tidak hanya hadir ketika sebuah proyek dikerjakan, tetapi juga dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan.

Indonesia Jadi Tuan Rumah World Engineering Day 2026

Baca Juga: Menteri Keuangan Berganti, Pengamat Dorong APBN Berpegang pada Prinsip Asitinajang

Di bawah kepemimpinan Ilham, Indonesia juga menjadi lokasi utama perayaan World Engineering Day for Sustainable Development 2026 pada 3–5 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan PII dengan dukungan UNESCO.

Forum tersebut mempertemukan insinyur, akademisi, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas peran keinsinyuran dalam pembangunan berkelanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization.

***