POJOKSULSEL, MAKASSAR - Momen pelepasan rombongan haji undangan khusus Raja Salman tahun ini menyisakan kesan mendalam bagi Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis.

Prof Hamdan Juhannis menjadi salah satu dari 40 tokoh Indonesia yang mendapat kehormatan menjalani ibadah haji atas undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi.

Prof Hamdan Juhannis mulai memetakan latar belakang kelompok yang mendapat undangan Raja Salman, untuk menunaikan ibadah haji saat acara pelepasan di sebuah hotel di Jakarta pada 27 Mei lalu.

Baca Juga: Perempuan Tewas Dibacok di Wonomulyo, Pelaku Serang Lagi Pegawai Puskesmas di Masjid Desa Tumpiling

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Menteri Agama dan Duta Besar Arab Saudi, rombongan ini terdiri dari beragam latar belakang elite.

Pemetaan itu disampaikan Prof Hamdan Juhannis dalam sebuah tulisan berjudul "Undangan Haji Raja Salman 2025: Siapa Mereka?"

Sejumlah tokoh nasional terlihat hadir. Di barisan depan, tampak Muhaimin Iskandar duduk berdampingan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga: Terbaru... Polda Sulsel Rombak Kasat Reskrim di Lima Polres, Ini Nama-Namanya

"Dari situ saya berkesimpulan, pada undangan ini ada kelompok elit politik, sebutlah seperti itu," urai Prof. Hamdan dalam tulisannya.

Tak hanya tokoh politik. Prof. Hamdan juga menyebut hadirnya para perwira tinggi di antaranya Wakapolda Metro Jaya.

Selain itu, sejumlah ulama dan akademisi pun masuk dalam daftar. K.H. Cholil Nafis hingga Ketua Asosiasi Pengajar Bahasa Arab Indonesia (IMLA) Prof. Uril Baharuddin, termasuk di antaranya.

Baca Juga: 10 Besar Prodi dengan Peserta Lulus SNBT Terbanyak di Unsulbar 2025

"Saya berpikir juga bahwa pada rombongan kami ada kelompok Kyai," katanya.

Di pesawat, ia juga sempat bertukar tempat duduk dan kemudian baru menyadari bahwa pria yang menukar tempat dengannya adalah Sekjen Kementerian Desa, Taufik Madjid.

"Lalu saya berpikir pada kelompok kami ini ada elit Kementerian."

Betul karena akhirnya berkenalan dengan Dirjen Kerjasama Asean Kemenlu, Staf Ahli Kementrian Imigrasi, dan Staf Khusus Kementrian Tenaga Kerja, dan Staf Wamenlu.

Ada pula kalangan profesional kesehatan. Seorang dokter spesialis jantung yang pernah bertugas di lingkaran kepresidenan hingga dokter THT ikut serta.

Baca Juga: Job Fit Pemprov Sulbar Ditinggal Dua Kandidat, Penilaian Sudah di Meja Gubernur SDK

Tentu, akademisi juga tak absen. Selain dirinya, Prof. Hamdan menyebut dua rektor lainnya: dari ITS dan UNM, turut hadir.

Prof. Hamdan mengaku masih terus menelaah siapa saja sosok di balik rombongan 40 tokoh itu.

"Sampai di sini dulu, saya masih harus lanjut berpikir, karena dari 40 peserta tampaknya masih ada kelompok signifikan yang belum terbentangkan," demikian petikan kalimat penutup tulisan Prof Hamdan.

***