POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Media sosial dihebohkan dengan potongan video seekor buaya menerkam kakek di Cimory Dairyland Gowa, Sulsel.

Video buaya menerkam kakek di Cimory Dairyland Gowa pun menjadi viral dan banyak dibagikan di media sosial.

Dalam video yang beredar, awalnya seorang kakek barbaju batik tersebut dengan tenang berusaha memberi makan buaya dalam sebuah kubangan di Cimory Dairyland Kabupaten Gowa.

Baca Juga: UPDATE Pendaftaran Akademi TNI 2025: Jadwal, Syarat, Tinggi Badan dan Link Pendaftaran

"Nenek, Naik Ma Ki nenek," teriak seorang perempuan dalam video tersebut.

Namun tak lama berselang, buaya itu mengamuk dan menerkam tangan si kakek tersebut.

Buaya tersebut merupakan hasil evakuasi dari petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar dan warga sekitar, saat musibah banjir di Jalan Tamangapa Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, pekan lalu.

Baca Juga: Unhas Kembali Kukuhkan 4 Guru Besar, Termasuk Spesialis Mata JEC Orbita Makassar

Buaya ini diperkirakan memiliki panjang panjang 4,1 meter dengan berat lebih dari 100 Kg.

Buaya ini pun dikirim ke Cimory Dairyland Kabupaten Gowa untuk direhabilitasi.

Dai kondang Ustadz Dasad Latif ikut angkat bicara terkait fenomena kemunculan buaya hingga banyak warga yang mengaku sebagai anggota keluarga dari buaya itu.

Ustadz Dasad Latif menyayangkan masih banyaknya warga yang masih percaya memiliki keturunan dengan buaya.

Baca Juga: Cek Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap 2 Pemprov Sulteng: 1.144 Lulus, Ini Nama-namanya!

"Kebodohan yang nyata. Zaman sekarang masih ada yang percaya keturunan buaya," tulis Ustadz Dasad Latif di Instagram @dasadlatif1212, Selasa 18 Februari 2025.

Ungguhan video Dasad Latif itu mengundang sejumlah netizen untuk berkomentar.

"Kenapai i’nene itu pk ustadz????," tulis salah seorang netizen.

"Harus di kasi faham itu ustadz kalo buaya makannya daging bukan pisang," tulis netizen lainnya.

***