POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pendidikan Al-Qur’an (LP3Q) Qiro’ah Centre menggelar uji kompetensi dan sertifikasi guna meningkatkan kesejahteraan guru mengaji privat binaan Lembaga Pembinaan Pengembangan.

Kegiatan ini terlaksana sebagai sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat yang didanai oleh Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek tahun 2024.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar, penduduk Kota Makassar pada tahun 2023 berjumlah 1.474.393 jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, 88,33 % atau sekitar 1.302.331 beragama Islam. Terdapat 237.348 jiwa atau 16,09 % adalah generasi muslim yang berusia antara 5 – 14 tahun.

Baca Juga: Perjalanan Karier Irjen Yudhiawan Wibisono, Jebolan Akpol 1991 Mantan Penyidik KPK

Berdasarkan data PD Pontren Kemenag Kota Makassar, jumlah santri TPQ dan PAUDQU sekitar 46.845 orang atau hanya 19,7 %. Dengan demikian masih terdapat hampir 80 % atau sekitar 190.503 orang potensi santri belum mengikuti pendidikan al-qur’an melalui TPQ atau PAUD.

Jumlah tersebut merupakan potensi yang sangat besar untuk mendapatkan layanan jasa pendidikan Al-Qur’an secara privat.

Demikian data yang dibeberkan oleh Dr. Agussalim Rahman, SE, M.Si Ketua pelaksana Program PKM “Peningkatan kesejahteraan guru mengaji privat binaan LP3Q Qiro’ah Centre melalui sertifikasi kompetensi dan perancangan aplikasi Qiro’ah Apps”.

Baca Juga: Tolong Disimak! Danny Pomanto Titip Pesan untuk Jaga Makassar dengan Tiga Hal Ini

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Irman, S.Ag, M.Si pada pembekalan sebelum uji kompetensi guru mengaji (10/8) mendorong guru mengaji di Kota Makassar untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya agar bisa menjadi pelopor terdepan dalam pendidikan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat.

Guru mengaji yang sudah kompeten dan menguasai profesinya selanjutnya perlu untuk dipublikasikan keberadaannya ditengah masyarakat muslim. Makanya H. Irman menyambut baik rencana uji kompetensi dan pembuatan aplikasi Guru Mengaji berbasis android.

Sementara itu, Ustz. Diana Mahmud Ketua LP3Q Qiro’ah Centre sebagai mitra program pengabdian masyarakat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih dengan adanya program ini karena sangat membantu guru mengaji untuk menjadi kompeten dan professional sebagai tenaga pendidikan al-Qur’an. Dari 150 guru mengaji privat binaan LP3Q Qiro’ah Centre 50 orang telah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi dan sertifikasi guru mengaji.

Baca Juga: Bawaslu Maros Petakan Potensi Kerawanan Pengadaan dan Distribusi Logistik Pilkada 2024

Data guru mengaji yang sudah mendapat sertifikat kompeten akan dimasukkan dalam aplikasi guru mengaji sehingga masyarakat yang membutuhkan guru mengaji privat yang sudah disertifikasi dapat melalui aplikasi yang didownload di smartphone.

Dengan adanya pengakuan kompetensi dan aplikasi ini diharapkan guru mengaji bisa meningkat kesejahteraannya.

Andi Suriadi, S.Pd.I. MQ selaku penulis Metode Qiro’ah merasa sangat bersyukur dengan dipilihnya metode qiro’ah sebagai metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang dikuasai oleh guru mengaji binaan LP3Q.

Dengan mengajar membaca Al-Qur’an memakai metode qiro’ah, para santri atau masyarakat yang belajar mengaji bisa lebih cepat dan lebih mudah. Bahkan Andi Suriadi menjamin dengan memakai metode qiro’ah sudah bisa fashih membaca Al-Qur’an hanya dalam waktu 1 bulan dan paling lama 3 bulan.

Baca Juga: Indira Yusuf Ismail Sebut Masjid Harus Jadi Wadah Pendidikan Anak

Diana Mahmud mengatakan bahwa program pelatihan dan uji kompetensi bagi guru mengaji akan terus dilanjutkan supaya semakin banyak guru mengaji kompeten yang bisa memberikan pelayanan belajar membaca Al-Qur’an kepada masyarakat melalui pembelajaran privat dari rumah ke rumah. Melalui program inilah guru mengaji bisa meningkat kesejahteraannya.

Turut terlibat sebagai pelaksana program adalah Dr. Nurfatwa Andriyani Yasin, SE, MM dosen STIE Tri Dharma Nusantara, Ramdan Satra, S.Kom, M.Kom dosen UMI Makassar serta Risna Rahayu Rahman dan Irnawati mahasiswa STIE Tri Dharma Nusantara.(rls/agr/pojoksulsel)