POJOKSULSEL, MAKASSAR - RS UIN Alauddin Makassar akan diresmikan pada Kamis, 24 Juli 2025.
Peresmian RS UIN Alauddin akan dilakukan oleh Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar.
Informasi peresmian RS UIN Alauddin Makassar disampaikan Rektor Prof Hamdan Juhannis di sela pengukuhan 15 dokter muda FKIK pada Rabu (16/7/2025)
"Tanggal 24 Juli 2025 akan diresmikan Grand Opening Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar oleh Bapak Menteri Agama, AG KH Prof Dr Nasaruddin Umar MA," ungkap Prof Hamdan Juhannis dikutip rilis dari laman resmi UIN Alauddin.
Diketahui, Rumah Sakit Pendidikan atau RSP UIN Alauddin Makassar akhirnya berdiri megah setelah melalui perjalanan panjang dan sempat mangkrak selama bertahun-tahun.
Pembangunan fisik RSP UIN Alauddin Makassar itu rampung sepenuhnya pada 2022 lalu.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel menjadi penanggung jawab penuh penyelesaian gedung yang sempat terbengkalai sejak 2015 itu.
Serah terima pemanfaatan dan pengelolaan gedung dilakukan secara resmi oleh BPPW Sulsel kepada Rektor UIN Alauddin Makassar pada 26 Juli 2022.
Baca Juga: Kemenag Sulbar Siap Kolaborasi Dukung Sekolah Rakyat, Adnan Nota Tawarkan Pendidikan Karakter
Momen ini menandai kembalinya harapan atas pengembangan layanan pendidikan dan kesehatan di kampus tersebut.
Gedung RSP UIN Alauddin Makassar berdiri di atas lahan seluas 7.462 meter persegi dengan total bangunan mencapai 23.877 meter persegi.
Terdiri dari 9 lantai dan 1 lantai basement, fasilitas di dalamnya terbilang lengkap: ruang UGD, poliklinik, laboratorium, endoskopi, hemodialisis, empat ruang operasi, ruang intensif dan kebidanan, ruang kelas untuk pendidikan, ruang perawatan pasien, hingga ruang manajemen.
Gedung ini merupakan salah satu proyek strategis yang masuk dalam penugasan khusus Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PUPR.
Sebelumnya, pembangunan RSP ini sudah dimulai sejak 2011-2012 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Proyek sempat dilanjutkan oleh PT Jasa Bakti Nusantara pada 2015, namun kembali terhenti di tahun yang sama.
Baru pada 2021, proyek mangkrak ini kembali dilanjutkan. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan nilai kontrak sebesar Rp133,9 miliar.
Adapun konsultan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Genta Prima Pertiwi dengan nilai Rp1,55 miliar, dan pengawasan berkala oleh PT Dana Consultant senilai Rp480 juta.
Baca Juga: Satresnarkoba Polres Majene Tangkap Bandar Sabu Asal Polman, Barang Bukti Diamankan
Pekerjaan yang digarap meliputi persiapan proyek, struktur bangunan, pekerjaan arsitektur, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta pengembangan kawasan sekitar (site development).
***




